you are reading
Daily story

A Si Tipe Pengadu

Tulisan ini dibuat sebagai bentuk kekesalan saya yang perlu dilampiaskan :mrgreen:. Jadi begini, kemarin si partner cerita tentang situasi kantornya. Rekan kerjanya, sebut saja si A sering melimpahkan kesalahan dan menjelek-jelekkan partner di depan atasan. Hal ini tidak hanya terjadi pada partner saya, rekan-rekan lain dalam departemen yang sama juga menjadi korban dari si A. Jadi, si A suka menjatuhkan image sesama rekan kerja di depan atasan.

Saat mendengar ceritanya, saya sedih sekaligus kesal mengetahui partner diperlakukan tidak adil. Inginnya marah-marah ke rekan kerjanya itu, tapi saya ingat pesan si partner untuk selalu positive thinking. Kalau saya terpancing emosi dan menjelekkan si A, saya takut partner akan terpengaruh kata-kata saya dan jadi membenci si A, yang mana itu akan berpengaruh pada kinerjanya. Jadilah saya bilang ke si partner untuk fokus sama pekerjannya dan lakukan yang terbaik. Saya hanya membantu dengan doa semoga si A dan atasannya itu dilembutkan hatinya oleh Allah SWT :).

Dalam dunia kerja, kita memang berhubungan dengan berbagai karakter manusia, termasuk mereka si muka dua, menjelekkan karyawan lain, si pencuri ide, si negative thinker, si suka memanfaatkan rekan kerja lain, si pelempar kesalahan, dll. Alhamdulillah, selama saya bekerja, saya belum pernah menemukan karakter-karakter yang seperti itu. Namun, semakin banyak karyawan dalam suatu perusahaan, semakin besar pula kemungkinan untuk bertemu karakter rekan kerja yang menyebalkan, seperti yang dialami partner saya ini. Kalau menurut saya, hal ini disebabkan karena adanya tingkat persaingan yang tinggi dalam perusahaan tersebut.

Dalam kasus partner saya, menurut beberapa sumber yang saya temukan di Google, dikatakan bahwa penyebab karakter yang dimiliki si A ini (alias si pengadu) adalah karena kurangnya rasa percaya diri. Karena merasa orang lain lebih hebat dari dia yang mana membuat posisinya terancam, maka ia mengambil jalan pintas dengan cara melempar kesalahan pada orang lain serta menjatuhkan rekan kerja di depan atasan. Tujuannya sih cuma satu, agar dia tetap terlihat baik di mata atasan. Saya tidak tahu pasti apakah motif si A sama seperti data yang saya temukan di Google. Namun, apa pun penyebab dan alasannya, sikapnya itu sudah kelewat batas.

Keki memang mempunyai rekan kerja seperti itu. Tapi jangan dipikirkan terlalu dalam karena hanya akan mengganggu pekerjaan kita. Apalagi bila sampai membuat kita malas bekerja, hal ini hanya akan membuktikkan pada atasan bahwa omongan si A itu benar. Tetaplah fokus dalam bekerja dan teruslah mengembangkan diri.

Ada beberapa tips menghadapi tipe pekerja seperti si A ini, yaitu:

  • Kita tidak perlu terlalu akrab dengan dia. Bila terlalu akrab, maka ia dapat mengaku sebagai orang yang paling dekat dengan kita sehingga perkataannya dapat dipercaya. Bisa-bisa orang lain akan lebih mempercayai ceritanya daripada cerita yang sebenarnya.
  • Jangan terlalu banyak bercerita padanya., apalagi hal yang menyangkut kesulitan atau masalah pribadi. Hal tersebut bisa digunakan untuk menyerang balik diri kita.
  • Bersikap wajar. Tidak perlu bersikap terlalu menjauhinya. Bersikap wajar akan membuat ia kebingungan karena tak berhasil memancing hal-hal negatif dari diri kita.
  • Jangan terpancing amarah dan membalas perbuatannya. Membalas perbuatannya dengan menjelekkan dia di depan atasan hanya akan memperburuk keadaan karena dia akan melakukan hal-hal yang lebih buruk lagi.
  • Berusaha lebih dekat lagi dengan atasan namun bukan berarti sebagai penjilat. Mungkin kita harus lebih sering melaporkan pekerjaan pada atasan, sebelum dia melakukannya dan menjatuhkan image kita.
  • Tetap fokus pada pekerjaan sehingga atasan bisa menilai kinerja kita daripada mempercayai omongan si A. Kita perlu menjaga diri tetap positif dan integritas diri dengan menghindari drama tempat kerja. Jangan terlalu mengkhawatirkan aksi dari rekan kerja. Tentu, perlu diingat, kompetitor di pekerjaan yang terlalu berlebihan bisa menjadi senjata makan tuan.
  • Jadilah orang fleksibel. Belajarlah untuk beradaptasi agar bisa lebih efektif berkomunikasi dengan rekan kerja yang menantang itu.

Ingatlah bahwa atasan kita tidak bodoh. Mungkin sesekali ia termakan omongan si A ini, tapi saya yakin dia tidak akan terus menerus percaya. Seburuk apa pun sikap A ini, suatu saat akan terungkap. Well, itulah salah satu warna-warni di dunia kerja. Kalau kita bisa melewati ini, akan ada lagi ujian yang lebih berat. So, apakah kamu sudah siap untuk hal itu? ;)

PS: Sayang, tetap semangat berusaha dan berdoa ya.  ;) Ingat Tuhan itu tidak tidur. Dia Maha Mengetahui. Bukan si A atau atasan yang menentukan hidup kita, tapi Allah Sang Maha Menghidupi :)

Sumber gambar:did-it.tumblr.com

Discussion

25 thoughts on “A Si Tipe Pengadu

  1. bukan di dunia kerja saja, banyak terjadi ko orang2 seperti itu….
    mesti harus lebih teliti lagi dalam memilih partner yah?? :D
    dan bila bisa menghadapi seorang yang bersifat seperti itu, hebat banget pokoknya lah…

    buat partnernya, saya doakan semoga cepat terhindar dari orang2 seperti itu, dan tetap percaya pada Allah saja….

    Posted by Mabruri Sirampog | July 12, 2011, 1:42 pm
    • Kalau rekan kerja biasanya ga bisa dipilih, tapi sudah dibakukan sama perusahaan. Jadi, hadapi saja kelakuan rekan kerja yang seperti itu.

      Amien, terima kasih untuk doanya ya :)

      Posted by Sya | July 13, 2011, 2:39 pm
  2. Jika kita membiarkannya, bukankah itu berarti kita mengizinkan dan menyetujui tindakan si A itu terus berlangsung demikian?

    Posted by Cahya | July 12, 2011, 1:56 pm
  3. berusahalah tuk menjadi individu2 terbaik yang akan menghasilkan juga karya2 yang baik :)
    saya kira itu jalan teraman tuk kita semua :)

    Posted by Majalah Masjid Kita | July 12, 2011, 2:53 pm
  4. hem.. jangan terpancing pula untuk ikutan mengadu ya mbak Sya.. benar kata anda, Bos juga punya mata hati. suatu saat si pengadu itu bakal kena batunya.. apa perlu saya bicara sama bos sekarang hehehe..

    Posted by lozz akbar | July 12, 2011, 4:29 pm
  5. semoga saya tidak termasuk ke tipe si A ituh

    Posted by beoding | July 12, 2011, 9:14 pm
  6. Alhamdulillah di tempat kerja aku gak ada yg seperti itu seh.. Tapi klo ada aku seh cuekin aja, lama2 dia juga jengah sendiri :D

    Posted by niee | July 12, 2011, 9:34 pm
    • Kalo dicuekin juga gaswat, secara dia benar-benar raja tega. Ngomong yang engga-engga untuk menjatuhkan penilaian masa percobaan kerja partner saya. Kalo ditanggapi, makin menjadi. Serba salah :(

      Posted by Sya | July 13, 2011, 2:57 pm
  7. hmmm,sabar ya mbak..
    dunia kerja adalah tempat dimana banyak karakter manusia berkumpul
    ada bermacam-macam…
    seperti sebentuk kecil sekolah psikologis
    dimana kita bisa belajar otodidak tentang berbagai macam karakter dan sifat manusia
    dan itu juga yg membuat kita peka..

    Posted by apikecil | July 13, 2011, 3:21 am
  8. Wah, pembunuhan karakter itu namanya. Ya bener Mbak, nggak perlu terlalu akrab. Tapi kalo (misalnya) udah terlanjur akrab, adalah tugas kita untuk ngingetin.

    Posted by Masbro | July 13, 2011, 4:51 am
  9. pasti menyebalkan sekali kalo punya rekan kerja seperti si A..alhamdulillah aku belom pernah nemuin yg kaya gitu sya..

    Posted by fitrimelinda | July 13, 2011, 7:34 am
  10. Nah, ini akan saya ingat kalo nanti saya masuk dunia kerja. :)

    Dalam dunia kuliah pun ada yang kayak gitu. Kesannya kayak mengkhianati teman dan cari muka di depan dosen. Semisal si A nih ya, yang pengadu. Pas presentasi kelompok di depan dosen, saat sang dosen bertanya, “mengapa kalian nggak melakukan survey ke sana?” Si A ngejawab, “Iya Pak, saya udah nyarankan begitu, tapi anak-anak nggak mau.” Oh God, padahal katanya sesuai kesepakatan awal sebelum presentasi jawabannya bukan itu. :shock:

    Akhirnya si A itu sampe sekarang dijauhi terus ama beberapa anak temen sekelompoknya. Sampe sekarang temen2nya si A itu gak mau nyapa dia kalo papasan. :lol:

    Posted by Asop | July 15, 2011, 9:07 am
    • Ternyata ga di dunia kerja ga di kampus ada aja orang yg begitu. Tapi di kuliahan kita masih bisa ngehindarin orang kayak gitu. Nah kalo di dunia kerja, mau ga mau harus bisa kerja bareng :(
      Hmm, semoga aja nanti ga ketemu orang kayak gitu pas kerja nanti ;)

      Posted by Sya | July 16, 2011, 10:30 pm
  11. penjilat tuh.. emang musti didiemin kalau orang macam gitu.. :-(

    Posted by Alam | July 15, 2011, 2:25 pm
  12. kalo blh mnambahkan sdikit..
    saya baru mngalami mnjadi si A,korbanny partner saya..
    sejujurny,saya bkn mngadu,tp mncari penengah,dmn saya dan partner sama2 merantau..prbdaan gnder,usia&lingkungan lama..prsoalannya sepele kalo dlihat,hny krn srg selisih pham ttg tnggung jwb,tp ujung2ny runcing tdk sprti yg saya harapkan jd baik..skrg partner dpulangkan kembali ke daerahny..partner sgt mmbnci saya,bs dblng dia dendam..saya merasa brsalah ats apa yg saya lakukan..
    Utk smuany,sburuk2ny org dkt kita,ingatlh plg tdk sdikit kbaikan dari mreka,agar tdk trbawa emosi dulu..jgn ikuti ksalahan saya..sejujurny,saya bkn mngadu,tp mncari penengah,dmn saya dan partner sama2 merantau..prbdaan gnder,usia&lingkungan lama..prsoalannya sepele kalo dlihat,hny krn srg selisih pham ttg tnggung jwb,tp ujung2ny runcing tdk sprti yg saya harapkan jd baik..skrg partner dpulangkan kembali ke daerahny..partner sgt mmbnci saya,bs dblng dia dendam..saya merasa brsalah ats apa yg saya lakukan..
    Utk smuany,sburuk2ny org dkt kita,ingatlh plg tdk sdikit kbaikan dari mreka,agar tdk trbawa emosi dulu..jgn ikuti ksalahan saya..

    Posted by mufid | July 22, 2011, 1:31 am
  13. yupz. . sutujaaa. . :-D

    “Bukan si A atau atasan yg menentukan hidup kita, tapi ALLAH yg Maha Menghidupi” . .

    like Thiz….. :-)

    Posted by triana mahardica | November 20, 2011, 7:34 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,080 other followers