you are reading
Notes of minds

Manusia Menciptakan Surga dan Neraka

Di dalam kehidupan, kita kerap kali mendengar kata surga dan neraka bahkan kita sering menyebutnya dalam percakapan sehari-hari. Sedari kecil pun, dalam pelajaran agama selalu menyinggung surga dan neraka. Kata Pak Ustadz, Pendeta, Pedande atau pun Biksu, kalau manusia berbuat baik maka akan masuk surga, sebaliknya jika manusia berbuat jahat maka neraka-lah hukumannya. Lantas karena ajaran tersebut, orang berusaha berbuat baik dan mendambakan surga. Sebisa mungkin kita akan menghindari api neraka.

Tapi sebenarnya, apa sich arti surga dan neraka itu sendiri? Surga atau kadang dibaca sorga adalah sebuah tempat di alam akhirat yang dipercaya oleh para penganut beberapa agama sebagai lokasi berkumpulnya roh-roh manusia yang semasa hidup di dunia berbuat kebajikan sesuai ajaran agamanya. Konon katanya, di dalam surga ada banyak bidadari cantik, makanan enak, pemandangan yang indah, dll. Pokoknya, di surga segalanya indah. Jiwa-jiwa akan merasakan kedamaian, ketenangan dan kebahagiaan. Sedangkan neraka merupakan suatu tempat yang diyakini oleh penganut beberapa agama dan atau aliran kepercayaan sebagai tempat kesengsaraan abadi setelah mati. Tempat ini berada di alam gaib sebagai balasan atas perbuatan manusia yang dinilai menyimpang dari aturan agama. Di neraka jiwa-jiwa akan disiksa sehingga merasakan kesedihan, kemarahan serta ketakutan.

Namun, apakah surga dan neraka hanya ada setelah kematian? Harus mati dulu ya baru benar-benar bisa membuktikan kalau surga dan neraka itu ada? Harus meninggal dulu ya untuk merasakan surga? Lalu sampai kapan saya harus menunggu merasakan enaknya masuk surga. Iya, kalau benar  masuk surga sich oke-oke saja. Tapi kalau setelah penantian panjang terus saya mati dan masuk neraka, bagaimana ya?

Manusia terdiri dari raga, jiwa dan roh. Pada saat meninggal, raga akan hancur, roh kembali kepada Tuhan dan jiwa akan ditempatkan di surga atau neraka sesuai dengan amalan semasa hidupnya (kalau saya salah mohon koreksi ya). Kalau dipikir-pikir kenapa jiwa hanya merasakan surga dan neraka setelah manusia mati? Padahal dalam kehidupan fana jiwa itu ada. Bisa tidak kalau jiwa merasakan surga dan neraka di alam fana?

Ini hanya pandangan saya, -sekali lagi mohon koreksi jika saya salah- manusia tidak perlu menunggu mati lalu baru bisa merasakan surga. Manusia bisa merasakannya dalam kehidupan fana. Manusia memegang kendali penuh atas hidupnya, tentu saja semua atas kehendak Tuhan. Manusia bisa menciptakan surga dan neraka sendiri. Semuanya ada di qalbu. Kalau kita marah, benci, dengki, iri, sombong maka manusia sedang menciptakan neraka untuk dirinya sendiri. Sedangkan bila yang kita rasakan adalah cinta, kasih sayang, empati, kedamaian maka ada surga di hatinya.

Kalau kita mau, kita bisa menciptakan surga setiap hari, tidak perlu menunggu mati dulu. Ternyata semuanya itu pilihan, mau ciptakan surga atau neraka. Terserah saja. Pada prakteknya, menciptakan surga itu tidak mudah. Saya akui, saya mengalami kesulitan untuk itu. Tulisan ini saya buat bukan untuk menceramahi, tapi lebih mengingatkan diri saya sendiri untuk menciptakan surga itu. Marilah sama-sama kita ciptakan surga kita sendiri. ^ __^

______________________________________________________________________________

PS: Terima kasih untuk Ayah, kata-katanya selalu terngiang di telinga saya, “Surga dan neraka itu ada di qalbu”.

Discussion

5 thoughts on “Manusia Menciptakan Surga dan Neraka

  1. Yap, itulah yang orang2 sering sebut sebagai ‘surga dunia’ dan ‘neraka dunia’. Intinya, semua kembali ke diri masing-masing, ke dalam hati masing-masing individu.🙂
    Ada seseorang yang hidup enak, harta berlimpah, tapi hatinya gak menganggap bahwa itu surga dunia, ya selesai sudah. Kebalikannya, orang hidup susah, tapi berpikir positif setiap hari, bisa jadi inilah surga dunia.😀

    Sama, saya juga cuman bisa berpendapat, sulit untuk mempraktekkannya.😐 Dalam ‘surga’ harusnya ga bakalan ada putus asa dan menyerah, tapi saya kadang merasakan dua hal itu.😦

    Posted by Asop | October 2, 2010, 9:49 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Belajar tentang Keikhlasan « Sigulajawa's Blog - December 23, 2010

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!