you are reading
Dear diary

These are the Soundtracks of My Life, What is yours?

A long, long time ago
I can still remember how that music used to
make me smile
And I knew that if I had my chance
I could make those people dance
And maybe they’d be happy for a while

…………………

…………………

*American Pie by Don McLean

Kemarin pagi sebelum berangkat ke kantor, saya mendengarkan lagu tersebut. Lagu ini pertama kali dinyanyikan oleh Don Mclean sekitar tahun 70-an, tapi saya lebih familiar dengan versi Madonna-nya. Of course, saya kan kelahiran 80-an (duh ternyata sudah tua juga ya, hehe). Di lagu itu ada lirik yang berbunyi The day the music died. Hmm, saya langsung berpikir apa jadinya kalau hidup tanpa musik??? Mungkin hidup kita akan sepi, ah aneh, saya tidak bisa membayangkannya. Hidup itu butuh musik. Setiap kejadian di hidup kita pasti ada musik di dalamnya, maksudnya pasti ada lagu yang mengiringi perjalanan hidup kita ataupun cerita hidup kita mirip dengan lagu tertentu. Ibaratnya seperti soundtracknya hidup kita. Bukan hanya film saja yang butuh soundtrack, hidup juga perlu kan?

Masih terus berpikir, saya coba mengingat-ingat lagu apa yang telah menjadi soundtrack hidup saya selama ini. Sepertinya lumayan banyak, tapi as usual kalau lagi menulis begini jadi agak blank. Well meski agak bingung, saya coba membuat -semacam- soundtrack list hidup saya. Sepertinya agak sulit untuk mengurutkannya, jadi saya buat random saja, sesuai dengan ingatan saya.

Sewaktu saya SD dan SMP, saya mulai tergila-gila dengan boyband -bukan saya saja yang tergila-gila- secara serempak remaja seumuran saya juga heboh dengan boyband. Boyband favorit saya pada masa itu adalah Boyzone dan Wetslife. Jadi soundtrack saya pada masa ini didominasi oleh lagu-lagu mereka juga lagu dari U2 dan The Cranberries . Tapi yang paling mengingatkan saya dengan masa-masa SMP adalah lagu Vitamin C, judulnya Graduation (Friends Forever). Sesuai dengan judulnya, lagu ini tentang perpisahan sekolah, lagu ini memang sengaja direlease pada saat kenaikan kelas. So wajar kalau lagu ini yang paling lengket di hati. Oh ya, selain lagu, waktu SMP rekaman balapan F1 Racing juga menjadi soundtrack saya. Aneh ya? Tapi saya suka belajar ditemani rekaman itu. Hehehe.

Menginjak SMA, lebih banyak lagi lagu yang menjadi soundtrack dalam hidup saya. Apalagi masa SMA adalah masa-masa pertemanan dan percintaan (alah!). Waktu itu saya sangat menyukai lagu Shining Light-nya Ash, pernah ada yang memainkannya di suatu acara, sepertinya sih itu untuk saya (GR sedikit itu halal lho).

Dulu saya punya genk rumah namanya PUBKISS, bersama mereka -terutama mantan teman dekat sekaligus mantan pacar saya– kami sering menyanyikan lagu Beautiful Ones-nya Suede -saya jatuh cinta dengan suaranya Brett Anderson yang cempreng tapi sexy-,  The Cure dengan Friday I’m in Love sampai ke lagu dangdud Evie Tamala yang judulnya Aku Rindu Padamu. Lagu tersebut hampir kami nyanyikan tiap malam diiringi dengan gitar.

 

Untuk lagu yang lebih sentimentil adalah lagu If You’re not the One-Daniel Bedingfield -sempat saya tidak mau dengar  lagu ini beberapa lama karena mengingatkan saya dengan si you know who-, Lembayung BaliSaras Dewi -lagu ini benar-benar menjadi soundtrack waktu saya SMA dan akan selalu mengingatkan saya pada teman-teman SMA saya-, I Miss You-nya Incubus -tertular oleh teman dekat saya yang selalu menyanyikan lagu ini saat bersama saya-, Silent Sigh-nya Badly Drawn Boy -lagu ini hampir menemani saya di setiap pagi-. Sebenarnya banyak lagu yang menjadi soundtrack pada jaman itu, tapi lagi-lagi karena agak blank, saya kesulitan untuk memaparkannya (alasan blank padahal lupa karena faktor U).

Masa kuliah, hmm meskipun ini adalah masa terbahagia dalam kehidupan pendidikan saya, tapi entah mengapa saya bingung menentukan apa soundtrack pada saat itu. Mungkin banyak diwarnai dengan lagu-lagu  Coldplay, Muse seperti Supermassive Black Hole dan lagu-lagu ospek seperti Sinden Panggung dari Mba Uut Permatasari.

Kalau saya sedang sedih dan tidak bisa menangis, maka saya akan mendengarkan Drugs Don’t Work-The Verve malah saya pernah memposting lagu ini di blog saya dan mengupdate status facebook saya dengan lagu ini. Kalau sudah begitu, tandanya saya sedang sedih. Selain itu lagu mellow lainnya adalah Someday-nya John Legend. Cukup untuk sedih-sedihannya, untuk my mood lifter biasanya saya mendengarkan lagu-lagu seperti Dont Stop Me Now dari Queen, You Only Lived Once dari The Strokes, Boys Don’t Cry-nya The Cure dan ada satu lagu hasil mix dari Faint-nya Linkin Park plus Crush-nya Paramore. Kalau sudah dengar lagu itu saya jadi semangat. ^ ^

 

Ada beberapa lagu yang memiliki kenangan khusus atau memang benar-benar menggambarkan kondisi saya pada saat itu. Kalau lihat dari judulnya saja, sudah ketahuan jelas ceritanya seperti apa (ah jadi malu), contohnya Dewa-Aku Cinta Kau dan Dia, Audi-Perempuan ini, Kings of Convenience-Winning A Battle Losing The War, Efek Rumah Kaca-Lagu Cinta Melulu, Milley Cyrus-7 Things, Camille-Le Festin -mengingatkan saya pada keluarga saya karena we watched Ratatouille over and over again-, The Cranberries-Dreams dan Hugh Grant feat. Halley Bennet-Way Back into Love. Dua lagu terakhir itu jadi soundtrack hubungan saya dengan pacar saya. Sebenarnya kami berdua tidak punya lagu special, lagu tersebut hanya menggambarkan perasaan saya, kurang lebihnya begitu. Selain lagu-lagu yang sudah saya sebutkan di atas, masih ada 1 lagu lagi, Grow Old WithYou yang dinyanyikan oleh Adam Sandler. Honestly, lagu ini belum menjadi soundtrack di hidup saya. Namun saya ingin lagu itu benar-benar menjadi soundtrack hidup saya. Saya ingin ada seorang pria yang menyanyikan lagu tersebut dan melamar saya, ahh romantis! Saya tidak punya impian pernikahan tertentu, yang penting saya dilamar dengan lagu itu, buat saya lebih dari cukup.

Kurang lebih seperti itulah soundtrack kehidupan saya. Kalau dilihat-lihat musiknya sangat didominasi oleh jenis musik alternative rock dan Britpop, maklum itulah aliran musik yang saya sukai. Well guys, these are the soundtracks of my life, what is yours? Please tell me.🙂

 

 

 

 

Discussion

15 thoughts on “These are the Soundtracks of My Life, What is yours?

  1. “Grow old with you”? Ehem…. *batuk* 😳

    Banyak juga ya, sontreknya, menurut jenjang kehidupan pula..😛
    Boy band?? No, thanks! I don’t like their kind of music! 😦
    Apa ya, musik kesukaan saya pas jaman baheula…? Yang pasti, pertama kali beli kaset musik (masih kaset, belum CD), kasetnya Limp Bizkit.😆 I can’t believe it even for now.😀
    Pertama kali tertarik musik itu… pas SMP. Pas itu pula lah saya kenal musik2 keras, macem P.O.D, System of A Down, Linkin Park, Limp Bizkit, Metallica, sampe Slipknot, dikenalin temen saya. Pas SMP dulu juga saya pertama kalinya kenal anime, jadi saya juga suka lagu2 jepang, semacam Glay ato Laruku.

    Pas SMA, selera musik mulai menyebar. Kalo ditanya judul musik dan artis secara spesifik, saya lupa.😳 Pokoknya gak terbatas hanya di musik cadas dan jepang aja, bisa dibilang suka semua jenis musik, jazz, rock, ska, kecuali yang mellow2 ama yang slow macem Rio Febrian. That’s a big no no. 😎

    Pas menjelang lulus SMA, mau kuliah, saya semakin suka musik trance, semacam dance gitu lah.😀 Entah kenapa, saya suka musik yang bisa ngebuat kepala ini ajeb-ajeb sendiri.😆 Iramanya, beat-nya, temponya, aaaaah luar biasa…😳

    Sekarang juga saya semakin suka musik trance. Mat Zo dan Armin van Buuren, mereka artist favorit saya.🙂 Sisanya, tergantung mood. Berhubung saya pas sedih malah gak mau dengerin musik, jadi jangan tanya lagu apa yang saya dengerin pas sedih.😀

    Posted by Asop | October 9, 2010, 2:41 pm
    • iya nieh grow old with u,
      saya kan perempuan yg suka romantis2an
      ahhh, jadi tambah malu

      wah ternyata kamu suka yg cadas2 yah?? Dahsyat🙂
      kalau musik amerika saya kurang suka,
      lebih suka musik2 inggris dan sekitarnya
      tapi saya juga suka linkin park.

      kalau kamu lagi dengerin musik trance, apakah kamu bergoyang?
      hehehehe
      jangan2 kamar kamu disulap jadi tempat dugem sesaat??
      hmmm, jadi membayangkan itu😀

      Posted by sigulajawa | October 11, 2010, 9:14 am
      • Yang cadas2? Lumayan lah, saya suka, HANYA JIKA irama, melodi, dan beat-nya nyantol di hati.:mrgreen:
        Semacam Korn dan Slipknot, oke oke aja ampe sekarang. Apalagi System of A Down.😉

        Saya juga suka musik yang memakai efek2 suara, macem Mutemath (yang nyumbangin lagu di sontrek “Transformers”).

        Ooooh, suka britpop banget ya? Pasti suka Coldplay, oasis, ama Snow Patrol deh…😀 Saya juga lumayan suka. Jangan lupakan Athlete dengan deretan single “WIres”, “You got the style”, dan “Street Map”.🙂

        Eh eh, kadang kalo lagi mood, malem2, saya suka tutup pintu kamar saya, ama korden jendela ke arah koridor dalem rumah, terus saya matikan lampu kamar. Udah, saya pasang tuh lagu keras-keras (masih dalam batas wajar lah :D). Nikmat banget… Irama hentakan bass-nya, beat-nya, melodinya… wuuuah kalo dinikmati gak kalah ama musik klasik..😆

        Posted by Asop | October 12, 2010, 3:52 pm
  2. Eh itu mah bukan sontrek kehidupan saya yah, itu sejarah musik dalam kehidupan saya.😀

    Posted by Asop | October 9, 2010, 2:44 pm
  3. Tash, selamat menanti kehadiran dede bayi nya ya🙂, kemarin ketemuan sama titis, katanya dah mau jadi bunda ya..semoga sehat semuanya,, keep posting ya tash..

    Posted by you know who | November 17, 2013, 8:34 pm

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Well, I am Still Breathing « Sigulajawa's Blog - January 14, 2011

  2. Pingback: Yes, I Do « The e-diary of Sya - March 7, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!