you are reading
Notes of minds

Krisis Seperempat Baya (Quarter Life Crisis)

“Lo udah dipanggil lagi?”, tanya saya.

“Belum nieh, gw males apply lagi, abisnya tiap apply ga dipanggil-panggil. Hari gini makin susah cari kerja, udah umur makin tua, saingan fresh graduate makin banyak.”, jawab teman saya.

“Kalau gitu, mending sekarang nunggu ada laki yang ngelamar aja.”, sahut saya.

“Iya, masalahnya mau kawin juga susah, laki kagak ada!”, timpal teman saya.

Akhir-akhir ini, percakapan seperti di atas sering saya alami. Teman saya ribut ingin mendapatkan pekerjaan yang lebih baik atau pun mulai berkeluarga. Bahkan, ada yang nekat bilang, “Pokoknya gw harus nikah tahun depan. Kalo ada cowok yang ngelamar gw, bakalan langsung gw terima!”. Kebanyakan dari teman sebaya saya atau 1-3 tahun lebih tua dari saya memang sedang mencemaskan aktualisasi diri di dalam pekerjaan/karir, finansial sampai kehidupan berkeluarga. Masalah seperti ini sedang hangat-hangatnya menjadi topik pembicaraan kami.

Apalagi di umur kami yang 20-an, mereka yang seumuran sedang berlomba untuk menikah. Sepanjang tahun ini saja, notification pada facebook saya dipenuhi dengan undangan pernikahan teman-teman saya. Mulai dari teman SD, SMP, SMA, kuliah, mereka yang rata-rata bertahun kelahiran sama dengan saya mulai menyebarkan undangan pernikahannya. Awalnya saya menghadapinya biasa saja karena saya bercita-cita menikah di umur 30. Tapi undangan demi undangan menumpuk di notification, meminta untuk dilihat hingga akhirnya membuat saya bertanya, “Kapan saya menyusul?”. 2 tahun yang lalu, Eyang saya selalu menanyakan hal yang sama, “Mana pacarmu Mbak? Kapan kamu nikah? Eyang kepingin lihat cicit dulu. Bla.. bla..bla..”. Maklum, saya ini cucu yang paling tua, jadi beliau berharap pada saya.  Sekarang, Eyang tidak perlu bertanya lagi, saya sudah duluan bertanya pada diri saya sendiri.

Itulah sebagian masalah yang termasuk dalan krisis seperempat baya atau yang lebih dikenal dengan quater life crisis. Krisis seperempat baya adalah istilah yang diberikan pada suatu periode hidup di mana terjadi perubahan besar pada proses pendewasaan, biasanya terjadi pada sekitar umur awal 20-30an. Perubahannya meliputi aspek emosional dan aspek finansial/profesional. Istilah ini awalnya mulai diperkenalkan oleh Abby Wilner pada tahun 1997. Dalam bukunya ”Quarterlife Crisis: The Unique Challenges of Life in Your Twenties” yang ia tulis bersama Alexandra Robbins pada tahun 2001,  Wilner menjelaskan bagaimana lompatan kehidupan dari dunia akademis menuju dunia profesional sering menyakitkan dan memicu respon ketidakstabilan luar biasa pada diri seseorang. Perubahan yang awalnya terasa begitu konstan dihadapkan dengan beragam pilihan yang tak jarang memunculkan rasa panik tak berdaya. Ketidakstabilan, perubahan, dan rasa tak berdaya inilah yang seringkali menimpa pemilik usia 20-an.

Mereka yang sedang dalam fase krisis seperembat baya biasanya mengalami hal-hal seperti ini :

  • merasa tidak cukup baik karena tidak menemukan pekerjaan yang senilai dengan level akademiknya
  • rasa frustasi pada hubungan antarmanusia, dunia kerja dan proses menemukan pekerjaan/karir
  • kebingungan pada identitas diri
  • rasa ketakutan akan masa depan
  • rasa ketakutan pada rencana jangka panjang dan tujuan hidup
  • rasa ketakutan pada keputusan saat ini
  • peninjauan kembali akan hubungan dekat saat ini
  • kekecewaan pada pekerjaan
  • nostalgia pada kehidupan kuliah bahkan masa sekolah
  • kecenderungan untuk memilih opini-opini yang lebih kuat
  • kebosanan pada interaksi sosial
  • kehilangan keakraban pada teman sekolah/kuliah
  • stress finansial (beban ‘membayar kembali’ biaya kuliah, mulai memikirkan besarnya biaya hidup, dll)
  • kesepian
  • keinginan memiliki keluarga/anak
  • perasaan bahwa semua orang melakukan hal yang lebih baik darimu
  • status fresh graduate alias ‘tidak punya pengalaman kerja’ hingga terjebak pada pekerjaan-pekerjaan membosankan yang tidak sesuai dengan keahlian intelektual

Seorang sosiolog Amerika, Roger Gould menghubungkan fase dan krisis dalam pandangannya tentang transformasi perkembangan. Menurutnya, paruh kehidupan adalah sama bergejolaknya dengan masa remaja, dengan pengecualian bahwa selama masa dewasa tengah usaha untuk menangani krisis mungkin akan menghasilkan kehidupan yang lebih bahagia dan lebih sehat. Dia percaya bahwa dalam usia 20-an, kita menerima peran-peran baru, dalam usia 30-an kita mulai merasa terjepit dengan tanggung jawab kita, dalam usia 40-an kita mulai merasakan perasaan urgensi bahwa hidup kita cepat berlalu. Menurutnya, menangani krisis paruh kehidupan dan menyadari bahwa perasaan urgensi merupakan reaksi alami terhadap fase ini membantu kita menuju jalan kematangan yang dewasa.

Deborah Smith, Professor Sosiologi di University of Missouri, Kansas City mengatakan bahwa, “Beranjak dewasa dan memikirkan bagaimana masa depan Anda akan terasa menyakitkan, terutama dalam masa quarter life crisis. Namun, ini merupakan hal alamiah.”. Smith menuturkan, banyak orang mengalami kecemasan di usia 20-an karena usia tersebut adalah masa pertama kali mereka menjalani kehidupan sesungguhnya. “Di benak saya, ini bukanlah suatu krisis. Ini merupakan keputusan, tekanan dan perubahan pada fase kehidupan.”, jelas Smith.

Saya setuju dengan kata-kata Smith, krisis seperempat baya adalah fase kehidupan yang harus dijalani. Dalam penelusuran saya di Om google, saya tidak menemukan tips atau panduan khusus untuk menghadapi krisis ini. Well, karena ini adalah bagian kehidupan, ya tipsnya adalah jalani saja dengan sebaik-baiknya. Manusia sudah ditakdirkan Tuhan menjadi dewasa secara alami. Bila bimbang, belajarlah dari pengalaman karena pengalaman adalah guru terbaik.

The purpose of life is to fight maturity

(Dick Werthimer)

 

* Sumber dari sini, sana dan situ

 

Discussion

44 thoughts on “Krisis Seperempat Baya (Quarter Life Crisis)

  1. selamat menempuh fase krisis seperempat baya mbak….aihihihi

    Posted by wien | December 17, 2010, 2:41 pm
  2. krisis seperempat baya terbesar untuk cewe sih biasanya..”kapan menikah”, jadi kapan menikah, sya?
    ohya, maaf comment sya di blog ossyogi ga sengaja kehapus, salah klik, maksudnya mau sunting, jadi ke klik hapus eh ga bisa balik lagi, maaf yaa

    Posted by ossy | December 17, 2010, 2:58 pm
  3. Saya juga lagi ngalamin krisis ini.. Emang udah fasenya begini, ya dijalanin aja.. Toh hidup nggak muter di situ aja, asal ada usaha dan doa.. *halah🙂

    Posted by thisisrizka | December 17, 2010, 5:29 pm
  4. masih blm kepikiran

    Posted by andinoeg | December 17, 2010, 11:45 pm
  5. Hehe… Umur segitu bukan cewek aja yang pusing, cowok juga pusing nih…😀
    Secara nanti cowok yg bakal bertanggung jawab terhadap istri… Hehe…
    Sukses selalu aja, Mbak… Moga cepet nikah …😀

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

    Posted by Denuzz BURUNG HANTU | December 18, 2010, 12:09 am
  6. banyak berdoa dan sholat aja mbak bilang ama temen2nya pasti Allah ngasih jalan.

    Posted by Daun | December 18, 2010, 9:36 am
  7. assalamu ‘alaikum
    selalu dekatkan diri kepada-Nya
    ta ada badai yang tak berakhir…

    Posted by choirunnangim | December 18, 2010, 12:31 pm
  8. Wah, ini mah baru sebulan lalu saya mengalaminya.
    Sungguh fase yang menggila ketika saya merasa sebagai cowok seperempat baya itu kudu bisa mandiri, artinya udah ga bergantung lagi sama orang tua. Decision making ampe money earning, semua udah dilakukan sendiri. Beratnya ampe sekarang masih belum nemu passion yang bisa jadi zona aman. Contoh aja passion perkodingan membuat website yang bisa menghasilkan uang, lalu passion menjadi seorang conceptor leader. Bismillah.😀

    btw salam kenal dan terima kasih atas kunjungan ke situs saya kemarin. Ternyata kita juga mengalami hal yang sama. Quarter Life Crisis. Hehe

    Posted by AMYunus | December 18, 2010, 5:20 pm
    • Ya ya menggila, tapi harus pegang kendali biar ga jadi gila beneran. Heheh.
      Semoga semua passion kamu itu terwujud ya. Amien.
      Salam kenal kembali. Kalau sama-sama mengalami krisis ini, berarti umur kita ga jauh beda ya.
      Selamat menikmati umur 20an🙂

      Posted by Sya | December 18, 2010, 10:54 pm
  9. Semoga segera menemukan jodoh seperti yang diinginkan!

    Posted by M Mursyid PW | December 18, 2010, 6:36 pm
  10. wah-wah keliatannya saya juga sedang mengalami krisis seperempat baya juga neh kalo menilik dari daftarnya…kadang bingung banyak yang ingin diraih tapi ternyata kenyataannya nihil, bener banget life in age twenty is kinda frustating^^

    Posted by alice in wonderland | December 18, 2010, 10:03 pm
  11. Hmm jadi berpikir.. dan berpikir. Biarkan saya berpikir dulu yah hehe otak lagi lambat soalnya. Yang pasti saya sedang berada di sekitar frase ini. Terima kasih.

    Posted by anitko | December 19, 2010, 12:07 am
  12. bagaimana pun, hidup harus tetap berjalan

    Posted by ario saja | December 19, 2010, 9:17 am
  13. Menikah jangan karena orang lain,,
    tetapi karena memang menemukan belahan jiwa yang cocok,,

    Posted by ysalma | December 19, 2010, 10:51 am
  14. halo lama enggak jumpa🙂, waw 20 tahun nikah cukup muda ya. Kalau mengandung dikawatrikan enggak kuat otot atau apalah bagian rahimnya ( kata dokter seks ), hhe mbak aku minta pendapatnya ya http://cahyanugraha.wordpress.com/2010/12/19/author-cari-inspirasi/, buat masa depanku hahah

    Posted by Blognya anak padmanaba | December 19, 2010, 6:42 pm
  15. uwaahh…
    kapan yah aku dapet yg kayak gituan..???

    aarrggghhh….ga mauu… >.<

    Posted by Dina Aprilia | December 20, 2010, 10:11 am
  16. wah, mbak.. saya masih belum bisa membayangkan,
    padahal fase itu tak lama lagi akan saya alami juga..
    😦

    Posted by An | December 20, 2010, 2:16 pm
  17. sama..
    saya juga lagi krisis nihh…
    hehehe…
    tapi jalanin ajahh kali yahh, namanya juga proses… 🙂

    Posted by eyha | December 21, 2010, 5:54 pm
  18. ….Kalo saya malah krisis seperlima baya…😀

    Posted by Asop | December 23, 2010, 6:26 am
  19. Kalo gw skarang lagi krisis keuangan haha

    Posted by d34nmu | December 28, 2010, 11:20 pm
  20. ehmmm………. iya iya, di FB saya juga ramai bicara ttg pernikahan, hehe

    Posted by wanitabahagia | January 4, 2011, 8:54 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!