you are reading
About God

Tolong Jangan Bawa-bawa Tuhan

Beberapa waktu lalu, saya mengisi informasi tentang agama pada facebook –yang sebelumnya tidak pernah saya isi- dengan faith in God atau beriman kepada Tuhan. Entah kenapa, saya kurang suka untuk memberikan informasi mengenai agama yang saya anut. Meski itu terlihat jelas dari hijab yang saya pakai. Kalau bisa, saya juga ingin menggantinya di KTP saya. Saya bingung, kenapa malah keterangan tentang golongan darah saya yang dikosongkan? Bukankah itu penting? Bagaimana kalau tiba-tiba saya kecelakaan dan membutuhkan darah –mudah-mudahan tidak sampai terjadi ya-; apakah dalam keadaan tersebut orang akan memanggil pemuka agama untuk mengurus kebutuhan darah saya?

 

Saya juga bingung kenapa orang-orang selalu mau tahu dengan agama yang dianut orang di sekitarnya. Kalau setelah mengetahui, ternyata agama yang dianut berbeda munculah jarak yang tadinya tidak ada. Kenapa kita mau dikotak-kotakkan sesuai agama? Dalam kitab suci yang saya anut, setahu saya Tuhan tidak pernah menyebut “Hai orang-orang beragama A!”, atau “Hai orang-orang beragama B!”. Setahu saya, Tuhan selalu menyebut “Hai orang-orang yang beriman!” atau “Hai orang-orang yang bertakwa!”. Maaf jika saya salah, saya hanyalah orang bodoh yang terlalu sedih melihat apa yang terjadi di Indonesia saat ini.

 

Saya bodoh dan ingin bertanya, bukankah selama ini kita mengaku bahwa kita berpedoman pada Bhinneka Tunggal Ika selama berpuluh-puluh tahun lamanya? Dengan sombongnya kita membanggakan itu kepada negara-negara lain. Betapa bangganya kita saat pidato Obama  di Balairung, Universitas Indonesia menyinggung tentang Pancasila & Bhinneka Tunggal Ika, namun bukankah itu sindiran buat kita? Katanya berpedoman pada Bhinneka Tunggal Ika, tapi kok mempraktekkan toleransi beragama secara dangkal? Toleransi saja tidak cukup. Kita juga harus apresiasi, menghargai keyakinan orang layaknya kita menghargai keyakinan kita sendiri.

 

Sekali lagi, maaf saya hanya orang bodoh yang sedang mengeluarkan unek-unek saya. Pengetahuan agama saya dangkal, saya tidak tahu mengapa mereka begitu membenci jemaat itu yang katanya menyimpang. Padahal ada juga kepercayaan lain yang berseberangan, tapi kenapa mereka bisa menerimanya sedangkan dengan jemaat itu mereka menolak keras. Negara terlanjur mengakui bahwa agama di Indonesia ada 5. Lalu misalkan saya percaya dengan agama di luar lima agama tersebut, apakah saya dipaksa harus mengimani satu dari lima tersebut? Bukankah menganut agama yang diimani adalah hak asasi manusia? Menurut saya, agama adalah urusan yang sangat pribadi antara Tuhan dengan individu manusia. Manusia sama sekali tidak berhak untuk menghakimi apa yang diimani orang lain, apalagi sampai berbuat anarki dan meneriakkan nama Tuhan pada keanarkiannya. Tuhan Maha Benar, Tuhan yang berhak menentukan apa yang benar dan apa yang salah. Jadi tolong jangan bawa-bawa Tuhan dalam keburukan.

Discussion

42 thoughts on “Tolong Jangan Bawa-bawa Tuhan

  1. hohoho… mantab pisan ini tulisan, saya juga masih belajar.

    Oiya, udah liat/tau keterangan mengenai ajaran yang menyimpang itu? Kalau yang saya tau, mereka mengubah syahadat. Yang mana syahadat itu pondasi utama umat Islam, bukan? Kalo syahadatnya udah berbeda, berarti bukan agama Islam kan? Dan itu sudah termaktub dalam Kitab kita.😉

    Nah.. yang menjadi masalah (menurut saya) mereka (yang menyimpang) tetap mengubah syahadat dan Quran-nya tapi mengatas namakan Islam. Bukankah itu termasuk melecehkan agama Islam? kalaulah mereka tidak mengatas namakan Islam, pasti gak akan ada keributan kaya gini kok. Dan ini juga pernah terjadi ketika zaman Rosul hehe..

    Nah.. kalau masalah keributannya, mungkin itu yang menjadi PR kita bersama hehe..😀
    Maaf, saya juga masih belajar hehe..😀

    Posted by Onnay Okheng | February 11, 2011, 11:26 am
  2. bener! urusan agama itu urusan pribadi antara seseorang dengan tuhannya..

    Posted by takuya | February 11, 2011, 11:33 am
  3. Bicara soal keyakinan berarti bicara soal kebenaran,tidak semua karakter seseorang atau kumpulan orang sama dengan keyakinan kita ataupun memahami sama dengan apa yang sekarang kita pahami.

    Terkadang saya mencoba melihat mereka dari sisi pandang mereka,saya sempat punya saudara yang memahami suatu ajaran dengan terlalu fanatik dikarenakan mereka melihat,hal itu di mata mereka
    mereka tontonannya adegan kekerasan yang terjadi di Palestine,pengkhianatan oleh umat muslim atau yang mengaku dan terkadang saya juga ikut membenarkan akan kejadian tersebut dan ikut marah juga terhadapnya.

    Memang terkadang agak kurang enak di pandang apabila perbedaan disikapi dengan kekerasan,tetapi terkadang harus ada control akan itu agar tidak ada banyak sekali keyakinan-keyakinan yang menyimpang.
    aliran menyembah pohon,menyembah matahari,menyembah ajaran2 yang terlalu banyak di yakini.Mungkin karena itu pula negara Indonesia membatasi kepercayaan beragama di Indonesia hanya lima yang diakui.
    Mungkin itu jawabannya,saya juga lagi belajar memahami😀

    Posted by grandchief | February 11, 2011, 11:55 am
  4. agama itu penting bagi setiap manusia,cuma kadang manusia nya itu sendiri yg kurang memahami agama sehingga terjadi gesekan2 yg seharusnya bisa di jaga…

    Agama tidak bersalah,tapi manusia nya itulah yg salah dalam memakai Agama…

    Posted by zan insurgent | February 11, 2011, 11:57 am
  5. Tuhan harus dibawa kemana saja kita pergi, di dalam hati kita, agar kita selalu ingat dengann-Nya..
    Tetapi jangan bawa-bawa nama Tuhan sebagai alasan untuk berbuat kesalahan..

    Posted by giewahyudi | February 11, 2011, 1:18 pm
  6. dengan adanya kekisruhan ini orang2 pun merasa dirinya perlu membela Tuhan ya?
    ck ck ck

    Posted by gerhanacoklat | February 11, 2011, 2:38 pm
  7. kadang orang yang bilang ingin membela agamanya malah kenyataannya membuat malu agamanya.. seperti ormas2 anarkis itu..:(

    Posted by dseptia | February 11, 2011, 3:32 pm
  8. jgn bawa nama Tuhan…setuju mbak, saya juga ga yakin kalau Tuhan meridhoi perbuatan anarkis seperti insiden kemarin…terlepas dari siapa yg salah dan siapa yg benar…

    Posted by langit | February 11, 2011, 3:58 pm
  9. Kalau di agama saya ada tuntunannya. Untukmu agamamu dan untukku agamaku. Saya yakin itu cukup untuk mengajak kita berpikir kembali. Nggak perlulah kita membuat jarak dengan mereka yang berbeda keyakinan.
    Eh, kok malah mbahas ini seeh. saya kesini kan mau ngamen, hehe.. Jreeeng…”sepanjang jalan kenangan.. syalalala…”

    Posted by Masbro | February 11, 2011, 4:01 pm
  10. saya setujuuu….ga perlulah postingan kita membahas tentang keTuhanan…bisa memicu pergolakan itu

    Posted by julianusginting | February 11, 2011, 4:17 pm
  11. saya prihatin dan malu hati wong nyakitin orang kok bawa-bawa nama Tuhan…..
    atau ajaran itu bisa bermakna lain kalo sudah berhubungan dengan nominal dan kepentingan tertentu….
    kayaknya saya harus belajar lagi neh…..

    Posted by antokoe | February 11, 2011, 4:42 pm
  12. oh ya, nonton vidio yang kemaren. saya jadi malu sendiri, saya(muslim) dihina oleh umatnya sendiri. kalau pun saya dihina oleh agama lain saya masih punya pendirian yang kuat kalau agama yang saya anut benar adanya dengan serangkaian bukti. bukan asal ketok *hajar* kepala orang seenaknya.

    Posted by gotaufik | February 11, 2011, 5:29 pm
  13. Secara logika yg tumpul ini, si jemaat itu mengaku Islam namun tak mengikut ajaran Islam. Syahadat mereka berbeda pdhal Rukun Islam prtama jelas tentang syahadat dan kalau sudah beda masihkah harus mengatakan Islam. Bukankah itu hanya menyakiti mereka yang memegang Islam secara benar sesuai Al Quran dan Hadist, Kalau si jemaat itu selalu dibela dan dibiarkan saja ajarannya menyimpang dari Islam maka nantinya ketika ada yang ngaku2 jadi nabi, mndapat wahyu n mncetak kitab sndiri dan juga ngakunya Islam maka umat Islam lain akan diam2 saja tanpa peduli. Hanya Iman kita yg bisa menjawab itu?

    Maaf koment yg panjang dari orang yg punya logika tumpul dan agamanya masih perlu pendalaman, xixixi.🙂
    Tabik

    Posted by shaleh | February 11, 2011, 6:44 pm
  14. setuju 100%. lirih hati ini melihatnya

    Posted by TUKANG CoLoNG | February 11, 2011, 7:19 pm
  15. akhir2 ini emang Tuhan seringkali dibawa-bawa oleh sekelompok orang yg tdk bertanggung jawab. apakah mereka tidak ngerti betapa suci Nya Tuhan itu.. sangat disesalkan kenapa sebagian besar dari kita itu keliru dalam memahami kebenaran. sungguh menyedihkan…

    Posted by elmoudy | February 11, 2011, 7:24 pm
  16. sya.. aku paham banget sama apa yang kamu jabarin di sini. karena aku pernah mengalami nya beberapa tahun yang lalu. aku sempet kesel kalau ada yang nanya ; “kamu agama nya apa?”

    arggkkhhhh…

    mungkin itu pengaruh dari jurusan yang saya tempuh di S-1 dulu yah. karena di jurusan saya, saat masuk kelas, keyakinan kita benar – benar di taruh di luar kelas. agak sulit memang. tapi yah harus seperti itu memang, pemikiran kita harus bebas se bebas – bebasnya.

    tapi yaa… di negara ini agak rancu memang. bukan negara yang beragama, tapi bukan negara sekuler juga. namun orang – orang di dalam nya orang – orang yang berperilaku rancu juga. katanya beragama, tapi prostitusi, perdagangan manusia, korupsi yo masih banyaaak.

    gemana yah jadinya harusnya?

    healaaah.. kok aku mambrah – mambrah komen nyaaa…

    Posted by ais ariani | February 11, 2011, 8:29 pm
  17. mbak sya… bennar kok… kadang fanatik yang kita bawa ini adalah fanatik buta… klo agama saya ngajarkan mbak… “manusiakanlah manusia” jangan melbih-lebihkannya karena apapun dan jangan pula menguran-nguranginya… karena agama saya juga ngelarang yang namanya lebay (berlebih-lebihan) heheh…

    idola saya juga pernah berpesean…. ‘nanti ada orang masuk surga, hanya karena memberi minum seekor anjing’ waduh nolong anjing aja… bisa masuk tempat yang saya idamkan… apalagi nolong yang namanya “manusia” entah apapun benderanya.. entah apapun agamanya… manusia ya manuisa…

    kan sakit ketika dicubit…. akan sesak dadanya ketika delecehkan keyakinannya…..

    alangkah indahnya bumi ini jika kita saling menasehati dalam kesabaran…..
    ya sekali lagi… kesabaran…. bukan kebrutalan……

    salam kenal ya mbak.

    Posted by pri crimbun | February 11, 2011, 8:59 pm
  18. itulah yang bikin ati saya cenat-cenut *sigh

    Posted by evillya | February 11, 2011, 9:39 pm
  19. Mendingan kita cari yang pasti2 aja deh….membunuh, menyiksa, memukuli orang dengan menyebut nama Tuhan….sangat-sangatlah miris melihatnya…..melihat ada ajaran menyimpang dari yang semestinya (terutama mengganggu atau melecehkan ajaran yang seharusnya) membuat hati ini sakit…..
    Kejadian-kejadian demi kejadian tersebut sudah seharusnya menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk instropeksi…..mohon maaf saya juga tidak memiliki ilmu agama tinggi tapi dari materi yang sudah dibaca ttg ajaran yg menyimpang…sudah jelas….hal ini (kekerasan) tidak perlu terjadi apabila pihak yang menyimpang mau mendengarkan putusan pemerintah

    Posted by Necky | February 11, 2011, 11:09 pm
  20. Sya si gula jawa yang lebih manis dari gula jawa, aku punya hadiah buatmu, diambil ya🙂

    Posted by Mbakyu | February 12, 2011, 8:04 am
  21. perasaan kemaren udah pernah komen di sini…
    tapi q ora ono yach😦

    Posted by Komodo Island Is The NEW 7 Wonders Of The World | February 12, 2011, 10:20 am
  22. setuju, jangan bawa2 tuhan dalam keburukan, yang buruk2 datangnya dari syaithoooon…

    Posted by archer | February 12, 2011, 11:42 am
  23. semoga bisa menjadikan pelajaran untuk kita semua, 🙂

    Posted by hudaesce | February 12, 2011, 12:11 pm
  24. saya sangat tidak setuju kepada siapa saja orang atau oknum yang membawa kekerasan atas nama agama,,
    saya seorang muslim, dan semoga kita dapat hidup damai di bumi pertiwi,,amiiin

    Posted by evridamanik | February 12, 2011, 1:31 pm
  25. emang tinggal dimana ya??? aku kok jarang nemuin yg seperti itu ditempatku, yg sama agamnya aja sering rewel dan bertengkar, semoga bisa saling menghormati, damai itu indah. hehehe

    Posted by kira | February 12, 2011, 1:34 pm
  26. paling benci sama orang yang mengatasnamakan agama dan Tuhan untuk berbuat sesuatu yang anarkis..
    mungkin mereka lupa bahwa kita manusia tak punya hak untuk menghakimi sesama

    Posted by cahayabali | February 12, 2011, 2:15 pm
  27. iya nih… akhir2 ini rusuh sara melulu😦

    Posted by Bisnis Gula Merah | February 12, 2011, 2:49 pm
  28. cuman mau bilang klo itu udah parah…org2 yg udh melakukan kekerasan dgn mengatasnamakan agama dan tuhan…udah parah beuuud pdhlkan agama manapun ga pernah ngajarkan kekerasan…

    Posted by Anugrha13 | February 13, 2011, 1:20 am
  29. saya idem sama Masbro Mbak Sya.. tidak ada paksaan dal menganut agama.. bagimu agamamu bagiku agamaku.. tinggal bagaimana kita menjalankan tidak ajaran yang kita dapatkan dari agama kita masing – masing

    Posted by lozz akbar | February 13, 2011, 1:38 am
  30. Apapun itu, yg penting keyakinan di hati tidak berubah bahwa Tuhan hanya satu, yakni Allah. Bila membenarkan keyakinan agama lain sama saja syirik. itu menurut saya.

    Posted by Zian X-Fly | February 13, 2011, 12:20 pm
  31. karena manusia cenderung bergabung dengan kelompoknya.
    orang Islam akan bisa dipastikan lebih nyaman dengan orang Islam lagi dan begitu juga agama lain, terlepas dari sifat individu itu sendiri.

    Tapi aku sendiri tidak mencantumkan religion dalam information facebook pageku. walaupun fav quotesnya banyak.

    Posted by nothingwrongwithmylongblackhair | February 13, 2011, 12:55 pm
  32. keberagamaan seseorang bisa dilihat dr segala tingkah laku dan perbuatannya ,
    ketika dia membunuh, menyakiti atau merusak tatanan ataupun melakukan kejahatan yg jelas2 terlarang dlm agama apapun , maka bisa dibilang dia orang yg tdk bertuhan.
    terlebih melakukannya mengatas namakan agama yg katanya dianutnya …
    duh, miris dan gemes kalau melihat hal ini msh terus ada disekeliling kita .

    mungkin peranan seorang pemuka agama perlu lebih ditingkatkan utk setidaknya mengeliminir dr pembenaran atas tindakan2 seperti ini sekarang .pun perlu adanya ketegasan dr aparat, jangan melakukan pembiaran terhadap kejadian ini.
    salam

    Posted by gaya hidup | February 13, 2011, 3:22 pm
  33. Penyebutan agama memang tidak diperlukan dalam percakapan sehari-hari, apalagi hanya sebatas data2 di jejaring sosial belaka kecuali memang admin yang bersangkutan membutuhkan itu untuk data2 rahasia mereka. Termasuk dibutuhkan untuk administrasi kependudukan. Yang penting, adalah kita menunjukkan pada aktivitas sehari-hari bagaimana keimanan kita yang sebenarnya … ^_*

    Posted by Bang Aswi | February 13, 2011, 7:40 pm
  34. Agama urusan kita dengan yg di atas, yang lain gak usah tau ,,,

    salam🙂

    Posted by fitr4y | February 14, 2011, 9:45 am
  35. sebaiknya memang kita tidak saling tahu apa agama kita masing-masing, yah karena mungkin belum saatnya kita bersikap seperti orang barat yang tidak menganggap agama sebagai penghalang dalam berkomunikasi dan bergaul dengan siapa saja, jadi sebaiknya kalau kita diminta mengisi agama di internet sebaiknya dikokosngkan saja atau mungkin ada pilihan “ask me” misalnya ..thanks

    Posted by jtom09 | February 16, 2011, 11:03 am
  36. Sip sekali postingannya, karena setiap orang mempunyai keyakinan masing-masing🙂
    Salam kenal ya mbk.

    Posted by villa lalu seminyak | February 16, 2011, 2:08 pm
  37. yak! setuju banget sya,
    aku juga kurang suka kalau ditanyakan agama untuk keperluan yang tidak penting.
    bagi aku seh itu urusan aku pribadi dengan Allah.
    lagian kadang orang yang mengatasnamakan agama lebih menuhankan agama itu dari pada Tuhannya sendiri.

    Posted by niee | February 16, 2011, 2:17 pm
  38. Agama hanyalah sebuah nama jika cuma nempel di KTP walaupun kita bilang agama kita agama yang paling benar atau apapun. Toh saya sendiri beragama islam karena orang tua saya islam, ya status saya masih ikut – ikutan. Yah karena itulah saya harus mengenal diri saya dulu, karena menurut buku yang pernah saya baca, orang yang mengenal dirinya akan mengenal tuhannya.

    Posted by roby | February 16, 2011, 3:47 pm
  39. kalo dah ngomongin agama, saya paling repot
    sebab saya ini merasa tidak beragama tapi dituduh beragama ini atau agama itu karena di KTP tertera agama. mestinya dihilangkan sajalah tulisan di KTP itu.
    sebab agama ya hanya dijadikan formalitas semata, nggak pernah dihayati apalagi diamalkan.

    Posted by ciwir | February 16, 2011, 9:35 pm
  40. untukmu agamamu dan untukku agamaku
    dan saya yakin agama manapun, tidak membenarkan kekerasan dalam bentuk apapun

    Posted by kidungjingga | February 17, 2011, 11:01 am
  41. rambu2 di agama yang saya yakini, bagiku agamaku dan bagimu agama mu,,
    itu jelas dan juga didalam kemasyarakatan untuk saling menghormati,,
    segelintir orang yang mengatasnamakan agama,, bukan agamanya yang salah, tetapi yang melakoninya yang dipertanyakan..

    Posted by ysalma | February 17, 2011, 5:42 pm
  42. entahlah, yang saya tau tidak ada agama yang membenarkan kekerasan.

    Posted by anla arinda | February 20, 2011, 5:11 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!