you are reading
Dear diary

Terlanjur

Pernah beberapa kali saya menyakiti orang lain dengan atau tanpa sepengetahuan saya. Mungkin mereka memaafkan perbuatan saya, mungkin juga tidak. Mungkin ada sebagian yang mencap buruk saya selamanya akibat satu kesalahan yang pernah saya perbuat. Mungkin juga ada sebagian yang percaya bahwa masih ada hal baik yang bisa saya lakukan. Apa pun kemungkinannya, saya berusaha untuk dapat menerimanya. Mereka berhak menilai. Saya pun harus siap menerima penilaian itu.

Pernah beberapa orang menyakiti hati saya, baik sengaja atau pun tidak sengaja. Saya berusaha untuk tidak membalas dendam. Balas dendam itu melelahkan, seperti yang telah saya post sebelumnya di Revenge is Sweet atau Sweet Revenge?” Meskipun susah, saya akan berkeras untuk memaafkan mereka. Dengan begitu akan terasa lebih mudah bagi saya daripada harus memendam kesal selamanya. Meskipun, saya akan tetap ingat. Forgiven not forgotten.

Itulah kehidupan. Tidak selalu berjalan mulus. Mungkin ada satu atau dua orang yang bisa membuat kita terluka, akan lebih terluka lagi bila itu dilakukan oleh orang yang kita ‘tinggikan’. Pacar saya pernah berkata,″Jangan terlalu membenci orang karena sifat buruknya, pasti dia juga memiliki sifat baik dalam dirinya. Juga jangan menilai seseorang sempurna, sisakan ruang untuk sifat buruknya. Jadi jika suatu saat dia menyakitimu, kamu tidak terlalu kecewa karena masih punya ruang untuk menerima keburukannya.″. Ya, saya belajar untuk mampu seperti itu. Tapi, ini bukan tentang itu, bukan juga tentang maaf-memaafkan. Ini tentang hal yang sudah terlanjur.

Discussion

28 thoughts on “Terlanjur

  1. sebagai manusia, wajar saja ada orang yang tidak suka dengan kita. memang sulit sih ngatasinya. tetep semangat lah!

    Posted by ageng | February 25, 2011, 1:33 pm
  2. Tetap semangat, walaupun pernah tersakiti, jangan mencoba untuk menyakitinya kembali, memang susah, tapi yakinlah, suatu saat pasti bisa😀

    Posted by Aziz Hadi | February 25, 2011, 2:13 pm
  3. Saya suka kata2 yg tertulis warna biru itu itu mirip dgn prinsip saya bahwa ‘optimis boleh saja setinggi langit namun tetap sisakan pesimis sedalam sumur karena dengan itu kau akan sadar bahwa kita hanya bisa berusaha tapi tak bisa menentukan’.

    Posted by shaleh | February 25, 2011, 4:08 pm
  4. yupzzz. like it…
    slm kenal

    Posted by kira | February 25, 2011, 8:55 pm
  5. “Sisakan ruang utk sifat buruknya”
    bagus bgt…,

    n Mendendam tu bwt qt mndrita…,

    mnding ikhlas…,

    n.n

    Posted by Edoh | February 25, 2011, 11:43 pm
  6. tentang hal yg sudah terlanjur…
    lepaskan beban yg membelenggumu di blkg dgn “ikhlas” maka kau akan lebih ringan utk melangkah ke depan,jalan yg HARUS kau lalui…

    Posted by mahendra | February 26, 2011, 1:20 am
  7. Yach memang hal yang sudah terlanjur terjadi tak bisa diulang lagi, karena itu mau gak mau kita harus belajar ikhlas untuk menerima

    Posted by Gaptek_ancorez | February 26, 2011, 4:46 am
  8. ya memang….
    yang sulit dikejar adalah waktu yg terlewat…
    yg sulit di tebak adalah waktu yg akan datang

    Posted by adipras | February 26, 2011, 5:07 am
  9. tentang hal yg sudah terlanjur…
    lepaskan beban yg membelenggunu di blkg dgn “ikhlas”,maka kau akan lebih ringan utk melangkah ke depan,jalan yg harus kau lalui…

    Posted by mahendra | February 26, 2011, 8:03 am
  10. klo udah terlanjur ya iklasin aja sya,,
    klo kita yang salah ya anggap aja pelajaran buat gak ngulanginnya dikemudian hari,
    klo mereka yang salah sama kita anggap aja sebagai amal kita:mrgreen:

    Posted by niee | February 26, 2011, 6:54 pm
  11. yang dah terlanjur ya biarin saja berlalu , untuk yang selanjutnya lebih berhati hati – ya kan?

    Posted by jtom09 | February 27, 2011, 2:03 pm
  12. yang dah berlanjur biarin lah berlalu … kita coba aja yang mulai dari yang baru hehehehe

    Posted by Richie Lanover | February 27, 2011, 2:14 pm
  13. yang dah terlanjur biarin aja – kedepannya lebih hat2

    Posted by jtom09 | February 27, 2011, 2:31 pm
  14. sama seperti yang lain, tetap semangat

    Posted by komuter | February 28, 2011, 1:59 pm
  15. percaya banget sama quotes pacarnya, hehehe *becanda²:mrgreen:

    Memang begitulah kehidupan, kadang menyakitkan, kadang membahagiakan….

    Posted by Ade Truna | February 28, 2011, 2:11 pm
  16. iyaa aku juga setuju sm quote pacarnya mbak sya. hehehe
    eeh ternyata kayaknya kita hampir mirip yah. forgiven not forgotten. meski udah maafin, tp masih tetep inget😦

    Posted by jasmineamira | March 1, 2011, 8:04 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!