you are reading
Daily story

Antara Metabolisme dan Usia

Lagi-lagi pembicaraan 25 tahun ke atas, sama seperti topik pernikahan yang belakangan masih santer dibicarakan. Tapi ini bukan masalah cinta-cintaan. Ini tentang perempuan dan tubuh impiannya. Setiap perempuan termasuk saya pasti punya tubuh impian, ingin langsing, ingin tinggi, ingin kurus atau ingin gemuk. Perempuan yang saya kenal sih kebanyakan menginginkan tubuh yang ideal alias langsing. Nah karena keinginan itu, akhirnya mereka juga menjaga makanan yang dikonsumsi. Kalau merasa mulai gemuk, mulai deh mereka berdiet.

Dulu saya tidak pernah mempermasalahkan bentuk tubuh saya. Saya makan apa saja yang saya mau. Saya makan dalam porsi yang banyak. Teman-teman saya suka mengeluhkan berat badan mereka. Mereka bilang mereka makan lebih sedikit dari saya tapi mereka lebih gemuk dari saya. Malah mereka cenderung iri dengan saya. Saya bisa makan banyak tanpa menambah berat badan saya. Karena apa? Bukan karena cacingan lho😆 Alhamdulillah saya memiliki metabolisme (pembakaran kalori tubuh supaya menghasilkan energi) yang cepat. Banyak yang saya makan, banyak juga yang saya buang. Tha’ts why saya susah untuk naik berat badan.

Namun belakangan ini saya ikutan mulai mempermasalahkan badan saya. Berat badan saya sih cuma 42 kg sekarang, naik 2 kg dari sebelumnya. Kalau masalah berat badan sih saya cuek saja. Yang saya khawatirkan adalah bentuk badan saya yang mulai aneh.

Hei dalam seperempat abad lebih saya hidup, sekarang saya punya perut!!!

Dan itu sangat mengganggu buat saya. Apalagi saya merasa berat saat berjalan. Saya berpikir kalau sistem metabolisme saya mulai melambat. Banyak orang bilang ke saya kalau tidak ada yang harus dipermasalahkan dari tubuh saya. Ya mereka bilang begitu karena mereka tidak tahu apa-apa tentang tubuh saya.

Hingga pada akhirnya saya ngobrol dengan seorang perempuan yang usianya 5 tahun lebih tua dari saya.  Sebut saja Mawar, badannya seperti saya terbilang kurus tapi lebih tinggi dari saya. Obrolan saya dengan Mawar dan juga seorang teman saya muncul karena teman saya melakukan diet makan garam dan gula. Obrolan ini ada kaitannya dengan masalah 25 tahun ke atas yang saya bilang sebelumnya. Si Mawar cerita bahwa dia suka makan dan makannya banyak. Dia tidak pernah bermasalah dengan tubuhnya. Sampai pada akhirnya, ketika dia beumur 25 tahun, dia mulai mempermasalahkan badannya. Dia mulai memiliki perut dan sistem metabolismenya melambat.

Oh God, finally there's someone who understand my problem!

Akhirnya si Mawar pun mulai melakukan exercise untuk menjaga tubuhnya namun tidak mengurangi porsi makannya. Tuh kan, saya memang patut mengkhawatirkan badan saya *membela diri. Saya tidak tahu pasti, tapi sepertinya ada kaitan antara berat badan dan usia seseorang.

Semakin umur seseorang bertambah, semakin melambat sistem metabolismenya.

Menurut beberapa sumber yang saya baca dari Google, penurunan metabolisme dimulai sejak umur 35 tahun. Tapi nyatanya saya dan Mawar sama-sama mulai merasakan penurunan itu di umur 25 tahun. Tidak ada salahnya kalau saya mulai berjaga-jaga. Mungkin saya bisa mengikuti jejak Mawar yang rutin berolahraga. Tapi sayangnya olahraga yang saya sukai hanya renang dan sayangnya lagi olahraga tersebut malah membuat bahu dan paha membesar. Mungkin saya akan melakukan perlahan, memulai dengan stretching, sit up, intinya gerakan-gerakan yang bisa mengencangkan perut dan paha saya😳 By the way, bicara tentang umur, ternyata banyak hal-hal baru yang saya temui setelah melewati usia 25 tahun. Akhirnya, saya harus mengakui bahwa saya mulai menua sebab tubuh saya tidak bisa berbohong:mrgreen:

 

Discussion

40 thoughts on “Antara Metabolisme dan Usia

  1. semakin tua tentu semakin menurun metabolismenya… tapi janan ampe ikut turun juga ya karyanya….

    saya malah pingin gemuk ni Mbak Sya hehehe

    Posted by lozz akbar | April 14, 2011, 2:18 pm
  2. la emg sebelumnya ga py perut…haduh serem amir yak…

    Posted by Anugrha13 | April 14, 2011, 2:20 pm
  3. gejala penuaan sya,yg tabah yah😆

    Posted by ER | April 14, 2011, 3:41 pm
  4. terlepas dari semuanya, hidup layak untuk dinikmati.

    Saya sukanya olah raga malah berkebun (sama2 mengeluarkan keringat, kan bisa disebut olah raga Mbak, hehe)

    Salam hangat Mbak;

    Posted by Masbro | April 14, 2011, 4:16 pm
  5. Keinginan untuk menjaga kestabilan metabolisme sangat kuat dalam diriku, tapi kadang kemalasan menerpa tanpa kompromi. Akhirnya, aku hanya jalan kaki keliling lapangan mengikuti bapak-bapak dan ibu-ibu yang umurnya sudah paruh baya. Bedanya, aku bisa 7-8 putaran, dan masih jalan ke tempat lain, sedangkan mereka hanya 3 putaran sudah ngos-ngosan…:)

    Posted by Akhidul | April 14, 2011, 4:22 pm
  6. Menurut beberapa sumber yang saya baca dari Google, penurunan metabolisme dimulai sejak umur 35 tahun. Tapi nyatanya saya dan Mawar sama-sama mulai merasakan penurunan itu di umur 25 tahun. Tidak ada salahnya kalau saya mulai berjaga-jaga. Mungkin saya bisa mengikuti jejak Mawar yang rutin berolahraga.

    perasaaan aja kali, karena jarang gerak😀

    segitu aja tua siii Teh:mrgreen:

    tapi aku ehm yang saat ini masih remaja🙂
    malah cukup. *atau sangat ya?
    takut untuk sampai ke umur 20.

    takut akan waktu yang selalu bergulir hehehe
    apalagi kalo udah dengerin lagu nya Lily Allen yang 22.

    pokoknya umur 21-22 mungkin umur yang paling ga pengen aku lalui saat ini. aku masih mau disini hehe

    Posted by nothingwrongwithmylongblackhair | April 14, 2011, 8:42 pm
  7. pingnya kalau gue semakin tua entar bisa semakin kreatipp🙂

    Posted by yos | April 14, 2011, 8:44 pm
  8. Bener ‘Semakin umur seseorang bertambah, semakin melambat sistem metabolismenya.’ Sy yg sdh berkepala 4 merasakan banget hal ini.

    Posted by M Mursyid PW | April 15, 2011, 12:55 am
  9. waduh bila memang penurunan metabolisme sudah dapat menurun sejak usia 25 tahun, bisa waspada ne >.<, saat nya menjaga tubuh dengan olahraga🙂 salam kenal mbak🙂

    Posted by evi saptriyawati | April 15, 2011, 8:37 am
  10. wah…kalau begitu diet deh aku..tak diet ketat deh..😆

    Posted by fajarembun | April 15, 2011, 3:03 pm
  11. Hahaahaha…
    Saya waktu masih kuliah belum punya perut juga… Begitu mulai kerja, dan makin tua pula, ditambah makan enak mulu, maka teballah perut ini😀.

    Posted by zee | April 15, 2011, 3:32 pm
  12. wah bisa renang…??
    saya jadi minder, bisanya cuman gaya batu.
    sok atuh latihan renang lagi.

    Posted by Triunt | April 15, 2011, 3:51 pm
  13. mau ndut atau kurus kalau dah jadi seorang istri percaya pasti suami tetep sayang kok hahaha

    Posted by omiyan | April 15, 2011, 4:05 pm
  14. mba mau tanya tentang Themes WP yang dipake baut nampilin recent post di beranda gimana ya..

    itu yang tulisan atasnya Author’s Choices

    Posted by omiyan | April 15, 2011, 4:07 pm
  15. Ah, kalo soal metabolisme yang melambat, tentu benar, solusinya olahraga.😀 Dengan olahraga, metabolisme meningkat, dan artinya kalori terbakar (tergunakan).🙂

    Tapi, saya rasa umur 25-40 itu masih muda kok. Saya gak percaya kalo di atas umur 35 tahun metabolisme orang udah menurun.😦 Saya gak percaya hal itu terjadi pada orang yang “normal”. Normal di sini adalah orang yang hidup sehat, menjaga pola makan, istirahat cukup, dan olahraga teratur.🙂
    Kalo hal itu (penurunan metabolisme) terjadi pada orang yang kegemukan, kurang olahraga, atau makan sembarangan, baru itu wajar.

    Nah, satu lagi solusi, kalo kita tahu bahwa semakin tua umur kita metabolisme kita semakin menurun, artinya semakin tua kita jangan makan terlalu banyak!😛 Tahu gak, penyebab stroke yang menyerang orang2 tua berasal dari kebiasaan makan yang nggak baik. Udah paruh baya tapi makan seperti anak remaja…😐

    Posted by Asop | April 15, 2011, 6:28 pm
    • Ah masa ga percaya sih Sop kalau metabolisme mulai dari 35? Banyak teman saya yang sudah mengalami penurunan sistem metabolisme terutama pada metabolisme pencernaan lho. Ini di luar konteks olahraga, pola makan atau semacamnya. Normalnya metabolisme akan menurun. Contohnya saya biasa buang air paling tidak 2 kali sehari, tapi dengan melambatnya metabolisme hanya bisa buang air sekali sehari.
      Makanya dengan menurunnya metabolisme pencernaan, harus disiasati dengan mengeluarkan keringat. Apalagi kalau udah umur 25 ke atas, di mana badan kurang bergerak seperti waktu jaman sekolah, sangat dibutuhkan olahraga. Olahraga dapat membantu membakar kalori yang seharusnya dibakar pada proses metabolisme.
      Kalau untuk masalah menjaga makanan, saya setuju tuh. Banyak orang yang lebih ingin menyenangkan lidah daripada kesehatan tubuhnya.

      Posted by Sya | April 16, 2011, 11:24 am
  16. Untungnya,saya rajin main futsal…semoga ini sedikit membantu memperlancar Metabolisme..meski saya pun masih sangat muda..he he he..

    Posted by andry sianipar | April 15, 2011, 7:26 pm
  17. huaa…aku bentar lagi 25 neh sya…emang sih udah tua bgt rasanya..😀

    aku tipe yang ga terlalu mikir kalo makan,heheh..badanku biasanya naik dan turun sendiri..

    Posted by fitrimelinda | April 15, 2011, 9:24 pm
  18. 25?
    .
    .
    .
    .
    .
    .
    setidaknya kamu punya perut. saya dibilang “nggak punya perut”. tapi menurut saya, itu karena temen2 saya iri dengan perut saya yang lempeng, sementara mereka mengakumulasikan apapun yng mereka makan di perut mereka secara teratur😆

    Posted by Kurology | April 16, 2011, 1:02 am
  19. Sebut saja Mawar >>> seperti di koran2 lampu merah…hahaaaaaaaaaaaaa….

    hidup perut !!…hidup usia matang !!…

    salam🙂

    Posted by Nufri L | April 16, 2011, 2:22 am

Trackbacks/Pingbacks

  1. Pingback: Tersumbat = tidak lancar « anugrha13 - April 15, 2011

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!