you are reading
About God

Musholla = Pasar?

Saya menghabiskan kurang lebih 8 jam dalam sehari di kantor. Dalam 8 jam itu, ada waktu sholat yang harus ditunaikan yaitu Dzuhur, Ashar dan kalau saya sedang lembur termasuk sholat Maghrib. Saya sholat di musholla komplek perkantoran. Biasanya mereka yang sholat di situ adalah para karyawan/karyawati dari berbagai kantor. Selain sholat mereka (lebih banyaknya karyawati) menjadikan musholla sebagai tempat ngobrol. Mereka ngobrol setelah selesai sholat. Ini tidak hanya terjadi di lokasi kantor saya yang sekarang. Musholla di kantor saya dulu di daerah Slipi juga sama saja.

Susasana musholla seharusnya hening sehingga mereka yang sholat bisa khusyuk. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, suasana musholla selalu ramai, dipenuhi sekumpulan karyawati yang sedang curhat. Suasananya selalu seperti itu ketika saya sedang sholat di musholla. Padahal sudah ada peringatan untuk tidak berisik di musholla. Tapi mereka mengacuhkannya. Saya bingung, apakah saya sholat di tempat yang salah? Apakah ini bukan musholla? Permisi, musholla-nya di sebelah mana ya, saya mau sholat? Ini musholla atau pasar sih? Sangking bingungnya, saya harus memastikan lagi keberadaan saya. Tapi benar kok, saya sedang di musholla yang ramai seperti pasar!

Hari ini musholla sangat ramai, bertambah ramai dari biasanya karena ini hari Jum’at, tidak ada laki-laki jadi karyawati-karyawati itu lebih bebas cerita seenak udelnya. Saya sudah kesal dan sudah tidak bisa mentolerir perbuatan mereka. Saya lalu memberi kode “Sssssst…!”, agar mereka mau diam. Tapi apa yang terjadi? Mereka diam sebentar kemudian meneruskan pembicaraan, termasuk sekumpulan Mba-mba di samping saya. Astaghfirullah, saya tidak habis pikir kenapa mereka tidak peduli dan menghargai orang-orang yang sedang sholat. Padahal mereka itu karyawati yang bisa dibilang orang terpelajar. Mereka juga pasti bisa membaca peringatan untuk tidak ngobrol di musholla.

Saya sedih. Bagi saya, sholat itu adalah momen spesial saya bersama Pencipta saya. Tidakkah mereka juga mau menjadikan sholat mereka lebih khusyuk daripada sekedar gerakan nungang-nungging? Maaf jika ada yang tersindir dengan tulisan saya. Tulisan ini juga bukan dibuat karena saya sudah sempurna, saya sangat jauh dari itu. Saya hanya menuangkan kesedihan saya. Saat saya di kantor, kalau bukan di musholla, saya bisa sholat di mana lagi? Ah semoga saja Tuhan membuka hati mereka dan memberi kesabaran bagi saya. Amien🙂

Discussion

46 thoughts on “Musholla = Pasar?

  1. Masalah tempat sholat kebanyakan memang itu, bukan tempat mushollanya, tapi orang yang numpang sholat di sana.

    Bagi orang tertentu, dan dalam keadaan tertentu emang sulit untuk diam. Perlu usaha yang lebih kreatif untuk menciptakan musholla yang nyaman

    Posted by yoriyuliandra | May 6, 2011, 2:33 pm
  2. Iya ya, menyebalkan yang begitu itu…😦
    Mereka gak nyadar diri bahwa mushola itu harusnya sunyi. Kalo mau ngobrol kenapa gak di luar aja sih??😦

    Posted by Asop | May 6, 2011, 2:36 pm
  3. Bener banget nih.
    Hmm perhatiin ga sih, penduduk musholla mall itu justru lebih kalem ketimbang penduduk musholla kantoran. Soalnya mereka datang ke sana ya memang cuma untuk ibadah. Sepertinya ini yah jadi kata kuncinya??

    Posted by oktin | May 6, 2011, 2:42 pm
    • Iya Tin, kalau di mall memang lebih tenang. Karena mereka datang cuma ibadah terus paling ga tidur karena kecapean belanja:mrgreen:
      Lah kalo di musholla kantor, datangnya bergerombol dan dijadikan tempat ngobrol kedua setelah kantin😦

      Posted by Sya | May 6, 2011, 4:01 pm
  4. assalamu’alaikum…
    sulit memang Mba melaksanakan shalat dengan kusyu’…
    tapi saya juga berusaha semaksimal mungkin…

    Posted by choirunnangim | May 6, 2011, 4:45 pm
  5. sya, sholatnya emang jam nya ditentuin gitu?
    gak bisa sholat duluan?
    atau emang istirahatnya barengan?

    iyah juga sih, aku juga sering bt sama suasana musholla yang berisik kek gitu, apalagi kalau ada orang jerit-jerit histeris karena dengerin curhatan temannya.
    tapi mikirnya tempat umum juga, cuman berdoa sama kek kamu: smeoga mereka diberi kelapangan hati,
    hehehehhehee

    Posted by ais ariani | May 6, 2011, 5:01 pm
    • Aku sholatnya pas jam istirahat. Kalo pas jam kantor ga enak, karena di kantorku banyakan yang noni, jadi suka dicariin.
      Tapi seumum2nya, namana musholla ya ga tempat buat sholat bukan buat ngobrol *tetep ngotot

      Posted by Sya | May 10, 2011, 4:20 pm
  6. kalau di tempat saya kan desa tuh, jadinya ya sepi… g ada yang ngobrol di musholla..

    semoga mereka cepat sadar ya mbak kalau mengganggu kekhusyuk an orang lain itu g baik

    Posted by anak purwodadi | May 6, 2011, 11:36 pm
  7. waduh, kalo musola kya pasar.
    trus pasar kya apa dunk…
    yah, klo ga jamaah, mending druangan kantor ja mbak, lebih tenang…

    Posted by Yan'shu | May 6, 2011, 11:51 pm
  8. mungkin dibuatin area khusus buat para karyawati itu ngobrol.🙂

    Posted by TUKANG CoLoNG | May 7, 2011, 8:04 am
  9. mushola memang serbaguna yah.. bisa jadi ajang curhat, dari curhat ke Allah sampe curhat sesama.. *nyindir* heheh

    Posted by dhila13 | May 7, 2011, 8:07 am
  10. musholla di kantor A ruangannya sempit banget. musholla jadi2an. semua kudu bergiliran, bergantian sampe nggak ada waktu buat berdoa.

    musholla di kantor B beneran musholla. kadang, kalo ada pengajian, yang mau sholat jadi ga bisa saking penuhnya yang ikut pengajian. lucu. aneh.

    saya kerja di dua tempat tersebut, di kantor A dan B. masih kebingungan nyari yang lebih baik buat curhat dengan Sang Pencipta.

    Posted by Kurology | May 7, 2011, 10:10 am
  11. Dimasjid deket rumah saya kalo pas hari sabtu dan minggu rame anak-anak kuliah, pedagang makanan. pokoknya rame udah jadi pasar beneraan,ada yang ngobrol sambil makan ada yang makan sambil tiduran,ada yang tiduran sambil ngobrol

    Posted by riez | May 7, 2011, 5:08 pm
  12. Kalau saya sholatnya di masjid dekat kantor,jadi nggak banyak yang rame,mungkin anak2 aja yang ngeramaiin masjidnya🙂

    Posted by grandchief | May 7, 2011, 5:09 pm
  13. yah musholla memang tempat yang nyaman sih buat curhat, entah buat Sang Pencipta atau makhluk ciptaan-Nya😀

    Posted by evillya | May 7, 2011, 6:31 pm
  14. setuju! saya sendiri suka kesel klo ada orang yg berisik di mushola.

    kalau ga ada orang sholat, baru ngobrol.
    jadinya saya klo di kantor, pinter2 milih jam sholat, yg ga terlalu banyak orang.
    tapi yaa jadinya sholatnya agak mundur. hehe

    Posted by presyl | May 7, 2011, 8:01 pm
  15. tegor langsung aj Sya..kayaknya ini sama menyebalkannya kalo kita lg antre eh tiba2 ad org yg seenak udelnya nyerobot deh.. >,<

    Posted by itacasillas | May 8, 2011, 12:32 pm
  16. kalau nggak pasar ya jadi kamar tidur

    Posted by monda | May 8, 2011, 1:44 pm
  17. assa;lamu’alaikum…
    sulit memang untuk kusyu’ dalam shalt, pasti ada saja hal-hal yang terbersit untuk difikirkan saat itu…

    Posted by choirunnangim | May 9, 2011, 3:22 am
  18. pengen komen tp gatau mau komen aja, cuma bisa mengucap astagfirullah dengan kelakuan orang2 yg diceritakan sya ini.

    Posted by ossy | May 9, 2011, 11:32 am
  19. curhatan ya..
    curhat sama Allah seharusnya khusyuk ya..
    hm..

    Posted by nazar | May 9, 2011, 12:33 pm
  20. wah sebuah realita.. ternyata yang suka ngobrol itu kaum wanita… hihihih…. sy setuju dengan tulisan ini…

    Posted by eiklil | May 10, 2011, 8:44 pm
  21. wah ga bener tuh
    masa curhat di masjid
    dasar mba mba

    Posted by @helgaindra | May 17, 2011, 8:36 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!