you are reading
About universe, Articles

Tips Memelihara Hamster ala Sya

Karena lumayan banyak yang mampir ke blog saya dengan kata kunci hamster, saya terinspirasi untuk membuat tulisan ini. Sedikit cerita tentang saya dan hamster dulu ya. Awalnya adik saya yang kedua menukar ban motor dengan sepasang hamster. Karena lucu, dia beli lagi sepasang. Dari dua pasang tersebut, hamster jadi beranak pinak. Karena hamster saya suka bikin anak😳, kami agak kewalahan juga untuk merawatnya. Akhirnya adik saya yang pertama memutuskan untuk berjualan anak hamster. Dari iseng-iseng sampai menghasilkan uang, memang sih masih kecil-kecilan tapi lumayan juga buat beli makanan hamster:mrgreen: Lucunya, adik saya yang kedua malah tidak pernah merawat lagi hansternya. Saya dan adik saya yang pertama yang kepincut sama hasmter sampai sekarang.  Kembali lagi ke alasan saya membuat tulisan ini, saya ingin memberikan tips untuk memelihara hamster. Memang sih saya bukan ahlinya, tapi dari pada orang-orang yang cari kata kunci hamster  nyasar ke blog saya jadi kecewa, so saya sok pede dengan membuat tulisan ini, yang tentunya juga saya ambil dari beberapa sumber, salah satunya dari Komunitas  Hamster Indonesia. Nah berikut tips dalam memelihara hamster:

1. Tentukan jenis hasmter yang akan dipelihara

Di Indonesia ada 4 spesies hamster yang umum dipelihara, yakni hamster siria (Mesocricetus auratus), hamster champbell (Phodopus champbelli), hamster winter white (Phodopus sungorus) dan hamster roborovski (Phodopus roborovskii).

  • Hamster siria memiliki bentuk tubuh yang paling besar dan ada buntutnya, terlihat seperti tikus, namun hamster ini lucu seperti hamtaro. Hamster siria  paling cepat dijinakkan, gerakannya lambat dan jarang menggigit sehingga cocok untuk dipelihara anak-anak. Perlu diperhatikan, karena memiliki badan yang lebih besar, berarti membutuhkan kandang yang lebih besar dan makanan yang lebih banyak.
  • Hamster champbell masuk dalam kategori hamster mini. Hamster champbell agak susah dijinakkan. Hamster ini mengenali lingkungan sekitarnya dengan menggigit kecil. Jadi wajar jika jari kita sering digigit. Walau demikian, jika sering dipegang, hamster ini tidak akan menggigit pemiliknya lagi.
  • Hamster winter white memiliki bentuk tubuh yang mirip dengan champbell. Winter white adalah saudara dekat champbell. Namun jangan mengawinkan whinter white dengan champbell ya, karena akan merusak kode genetik asli pada hamster. Disebut winter white karena pada musim dingin (di Indonesia musim hujan; sekitar bulan Desember sampai Pebruari) hamster jenis ini warnanya akan cenderung berubah keputih-putihan.  Hamster jenis ini jarang sekali menggigit, namun harganya biasanya lebih mahal.
  • Hamster roborovski memiliki tubuh yang paling mungil namun larinya paling cepat. Jika terlepas, hamster ini relatif lebih sulit ditangkap. Hamster jenis ini tidak disarankan untuk pemula.

2. Tentukan tujuan memelihara hamster

Dalam memelihara hamster, sangat penting untuk menetapkan tujuan memelihara hasmter, apakah ingin dikembangbiakkan atau tidak. Tujuan ini harus ditetapkan sejak awal. Selama dipelihara hamster bisa melahirkan 6 kali, dengan tiap kelahiran antara 3-15 ekor (rata-rata 6-8 ekor, untuk roborovski rata-rata 4 ekor). Dengan demikian, dalam satu masa hidupnya, hamster bisa melahirkan kurang lebih 6 x 8 ekor = 48 ekor. Jika tidak berniat untuk menjadi peternak, sebaiknya hanya memelihara hamster dengan jenis kelamin yang sama, untuk menghindari perkawinan.

3. Kandang hamster

Hamster merupakan hewan lincah dan senang bergerak, maka dari itu sediakanlah kandang yang leluasa sehingga hamster bebas bergerak. Biasanya kandang yang sering digunakan adalah kandang dari besi, kaca, ataupun kontainer plastik. Jangan menggunakan kandang dari kayu karena hamster suka mengigiti sesuatu, dikhawatirkan kayu akan digigitinya. Sediakan pasir dan serbuk kayu sebagai alas kandang agar dapat menyerap kencing hamster. Bersihkan kandang hamster seminggu sekali. Karena hamster merupakan hewan yang aktif, sediakan permainan di dalam kandang, misalnya seluncuran, roda putaran atau rumah-rumahan. Yang terpenting, sediakan tempat makan dan botol minum pada kandang.

4. Makanan hamster

Makanan hamster impor banyak dijual di toko swalayan, namun harganya agak mahal. Dalam membeli makanan hamster impor harus waspada dan cermat karena beberapa makanan impor mengandung terlalu banyak bahan pewarna, terlalu banyak biji bunga matahari atau bahan-bahan lainnya yang bisa merugikan hamster itu sendiri. Agar lebih hemat dan menghindari bahan pewarna, kita dapat meracik makanan hamster. Racikan makanan hamster bisa terdiri dari kacang hijau, kacang kedelai, beras merah, padi dan konsentrat. Bahan-bahannya tidak sulit ditemukan bukan?

Selain diberi makanan racikan tersebut, hasmter juga bisa diberi kacang tanah dan kuaci (biji bunga matahari). Sebaiknya jangan beri kacang tanah dan kuaci tiap hari karena akan mengakibatkan kegemukan. Agar hasmter lebih jinak, berilah makanan menggunakan tangan, dengan begitu hamster tidak akan menggigit lagi.

Makanan lain yang dapat diberikan ke hamster adalah tahu, wortel, tauge dan jagung manis. Namun jangan sering memberi makan wortel, tauge dan jagung manis karena akan pemberian dalam jumlah banyak akan menyebabkan kerontokan bulu. Perlu diperhatikan juga bahwa sayur-sayuran hijau tidak baik untuk pencernaan hamster. Jadi jangan kasih mereka sayur. Jangan juga memberikan makanan asin, manis  dan pedas karena dapat membuat bulu mereka rontok.

5. Minuman hamster

Hamster biasanya diberi minum air putih. Beberapa sumber mengatakan hamster harus diberi air matang bukan dari keran karena banyak kumannya. Menurut saya sih agak berlebihan, karena pada dasarnya hewan minum air mentah bukan air matang.😆 Minuman untuk hamster disediakan di botol khusus yang digantung pada kandang. Bila ingin diberi susu, berilah sesekali. Beberapa sumber melarang memberi susu untuk manusia pada hamster, namun saya agak nakal dengan tetap memberikannya pada hamster. Kalau kamu ragu, silahkan beri susu khusus hamster atau pun yogurt untuk hamster yang tersedia di pet shop. Perlu diperhatikan bila memberi makan wortel atau tauge, sebaiknya kurangi minumnya atau tidak usah diberi sama sekali karena menyebabkan hamster kencing melulu. Wortel dan tauge sendiri mengandung banyak air.

6. Membersihkan hamster

Beberapa sumber mengatakan bahwa hamster bisa dimandikan dengan air, namun saya kurang percaya dengan hal itu. Bila hamster kotor dan bau, ada cara tersendiri untuk memandikannya. Sediakan pasir mandi di dalam kotak sauna atau bak mandi khusus hamster. Nanti si hamster akan berguling-guling di dalamnya. Itulah cara ia membersihkan diri. Tersedia beberapa varian wangi untuk pasir mandinya lho, ada apel, mawar, mint, jeruk, vanila,dan lain-lain. Kalau mau hamster kamu wangi, di pet shop tersedia parfum khusus untuk hamster. Ada juga racun kutu bila hamster kamu kutuan.:mrgreen:

7. Jangan jemur hamster, hamster bukan cucian

Hamster merupakan hewan malam (nocturnal) yang tinggal di dalam lubang. Mereka tidak memerlukan sinar matahari, jadi tidak perlu dijemur. Namun sesekali boleh kandangnya ditaruh di luar tapi jangan terkena sinar matahari langsung.

8. Membedakan jenis kelamin hamster

Jenis kelamin hamster susah untuk dibedakan bila hasmter masih kecil. Bila agak sudah besar, kita lebih mudah membedakannya. Hamster jantan memiliki tonjolan yang agak jauh dari anusnya. Buah zakarnya terletak di belakang dan berwarna kemerahan. Kalau dilihat dari belakang, hamster jantan seperti memiliki bokong yang besar padahal itu adalah buah zakarnya. Kalau hamster betina kelaminnya terletak berdekatan dengan lubang anus.

9. Bila hamster melahirkan

Bila hamster melahirkan, jangan pisahkan ibu dari si anak. Kalau dipisahkan si anak tidak dapat menyusu dan akan mati. Dalam beberapa kasus terkadang induk akan memakan si anak, tapi hal itu hanya terjadi bila induk stress. Pada saat punya anak, jangan sering dilihat, taruhlah kandang di tempat yang gelap atau tutupi kandang dengan kain tapi tetap berikan udara masuk. Bayi hamster boleh dipegang namun hati-hati memegangnya. Hamster jantan bisa dipisahkan dari pasangannya. Namun bila si betina tidak agresif, tidak dipisahkan juga tak masalah. Bila ingin menyatukan jantan dan betina kembali, sebaiknya taruh betina di kandang jantan. Bila terbalik, nanti si betina akan menyerang si jantan.

Nah, saya sudah tulis semua yang saya tahu. Semoga bisa membantu kamu yang telah terdampar di blog saya🙂

Discussion

52 thoughts on “Tips Memelihara Hamster ala Sya

  1. huuaaa.. kebetulan sekali, adek agy juga lagi seneng main sama hamster, sampe dibawa kekamar segala. Thank you soooo very much mba sya..

    oia, bagusnya kandang hamster itu dibersihin berapa kali sih mba dalem itungan satu minggu ?!

    Posted by Agry | May 27, 2011, 3:35 pm
  2. wah mba , hamster yah ?
    dulu pernah kejadian tetangga saya memelihara hamster , seminggu kemudian di atapnya jumpa ular !
    itu kenapa ya mba ?
    padahal daerah tempat kami sangat bersih ..
    meskipun di belakang ada danau buatan !
    maaf OOT :”)

    Posted by ichsan | May 27, 2011, 4:13 pm
  3. Infonya OK, Mbak.

    Posted by M Mursyid PW | May 27, 2011, 5:37 pm
  4. dulu pernah pelihara 3 hamster,
    sebenernya sampai sekarang masih gemes sama mahluk lucu ini
    tapi tak telaten mengurusnya…..😦
    salam kenal Sya….

    Posted by vitta | May 27, 2011, 6:37 pm
  5. saya blm pernah coba piara hamster mbak🙂

    Posted by Tourism | May 27, 2011, 8:24 pm
  6. wow mbak Sya matur nuwun buat tipsnya.. usul nih kasih foto dong jenis2 hamsternya.. biar saya tahu di rumah saya itu jenis apaan?

    Posted by lozz akbar | May 27, 2011, 8:29 pm
  7. Wow. HAmster betina bisa tengkar ya ama jantan.😮

    Posted by Asop | May 27, 2011, 9:34 pm
  8. temen2 dekat aku rata2 piara hamster dan emang hobi hamster itu selain main beranak yak! anaknya itu banyak bener, ckckck…

    btw aku baru tahu loh hamster gak boleh dijemur, hehehe.. nice post sya😀

    Posted by niee | May 27, 2011, 9:37 pm
  9. jadi ingat adik saya waktu punya Hamster.. gara2 dilepas dari kandangnya malah kabur lompat dari jendela rumah entah kemana. hikz. kyknya dia harus baca tips ini deh..

    sabtu pagi syaa🙂

    Posted by dhila13 | May 28, 2011, 8:28 am
  10. aku gak suka hamster, mending kelinci,hehe
    mungkin sama juga perlakuannya ya?

    Posted by tunsa | May 28, 2011, 9:50 am
  11. mana gambarna sya.. og gak da ..🙂

    Posted by personal health care | May 28, 2011, 9:23 pm
  12. hamster wuii pasti lucu ..😀

    Posted by fitr4y | May 28, 2011, 9:26 pm
  13. saya takut mbak sama hamster (padahal ukurannya mini ya?hehehe)..tapi saya salut sama postingan ini,,sangat bermanfaat bagi pencinta hamster

    Posted by apikecil | May 29, 2011, 2:39 am
  14. gambar hamsternya mana? sama ya kayak marmut?

    Posted by guru rusydi | May 29, 2011, 5:40 am
  15. wah hamster ya,, ih geli ah…
    soalnya kaya tikus…
    aku fobia ma tikus..
    hehehe…..

    Posted by muhammad aanx farhan | May 29, 2011, 1:03 pm
  16. Makasih tipsnya
    Saya gak punya hamster sih
    padahal lucu🙂

    Posted by achoey el haris | May 29, 2011, 8:36 pm
  17. bagus tipsnya… hamster tu tikus ya?

    Posted by pricrimbun | May 29, 2011, 9:00 pm
  18. waaah.. gara-gara punya kucing tapi selalu berakhir dengan mengenaskan, saya jadi takut untuk pelihara binatang lagi

    Posted by presyl | May 29, 2011, 9:23 pm
  19. Hamster kan Kanibal bisa makan temennya sendiri..tukeran link yuk di Tukar Link Otomatis

    Posted by lintasberita | May 30, 2011, 3:15 am
  20. wah keren tipsnya,walau gak punya hamster jadi tahu cara merawatnya😀

    Posted by grandchief | May 30, 2011, 6:16 pm
  21. Saya punya hamster winter dan cambell, masing” sepasang cewek cowok, pertama yg winter melahirkan 8 bayi hamster, tapi hari ke 5 semua anaknya mati ada yg di makan juga, tapi hamster saya yg cambell ngelagirin cuma 3 anak dan same sekaranh udah 12 hari anaknya udah lumayan besar dan bulunya udah banyak, trus bisa saya pisah sama induknya kapan yah ?? Katanya 2 minggu udah bisa tapi ada yg bilang 3 minggu . Makasih .

    Posted by evan | August 6, 2011, 4:55 pm
    • Habis melahirkan, si bapak dipisahkan ga? Kalau bapaknya agresif, dipisahkan aja daripada anaknya mati.
      2 minggu udah bisa dipisah sih karena produksi air susu juga udah ga ada. Tapi kalau saya sih dipisahnya pas hampir 3 minggu, ketika si anak udah muali bisa makan makanan keras.

      Posted by Sya | August 9, 2011, 4:34 pm
  22. Mba’ thx bnget infonya ! Ngebantu bnget buat sya yg pemula mlihara hamster ! Hamster saya jenis roborovski tpi mereka plg g’ suka sya pegang !knpa y mba’ ? Truz apa hamster boleh diletakan pda tempat yang gelap ?

    Posted by thyz | September 10, 2011, 3:02 am
  23. kenapa hamster yg saya bela itu tak nak mnysukan anak dia ????

    Posted by zanafarzana | December 7, 2011, 11:05 am
  24. info yg sangat bagus..
    kebetulan saya juga baru memelihara hamster..🙂

    saya ingin tanya, untuk makanannya yg bisa kita racik itu, apakah harus dihaluskan/dtumbuk trlbih dahulu? atau langsung kasihkan begitu saja?

    lalu, bila saya ingin mengkawinkannya,apakah harus yg sejenis, misal siria dgn siria?

    terima kasih..

    Posted by donny | January 22, 2012, 6:49 pm
  25. mau tny dong dmn sich memasarkan/ menjual hamster,…soalny jmlhny udh lmyan bnyk nie….?02191789887 call me…saya tnggl ddaerah depok

    Posted by anoy | February 11, 2012, 5:24 pm
  26. kalo hamster saya kok nge gigit jari saya mulu yaa ? knp ~_~

    Posted by Hasbi | March 25, 2012, 7:27 am
  27. aku kepengen banget pelihara hamster, tapi kamar kost ku gak ada jendelanya.jadinya gelap gitu…takutnya ntar hamsternya stress lagi…
    solusinya gimana ya???
    kalau kandangnya aja yang dikasih lampu bisa gak ya?

    Posted by adya | January 15, 2013, 12:06 pm
  28. Mba,saya mw mlihara hamster,cuma kl pemula bgusan meliha 1 ekor p spasang,.
    Kalau cuma 1 ekor j pa ngga pa2..

    Posted by Tom | April 7, 2013, 6:06 pm
  29. Mba hamster sya 3 siria 2 sepasang 1 campbell ga ada pssangan ny trus saya gabung udh 1 tahun ga mau brnk yg siria

    Posted by thoriq | August 11, 2013, 11:45 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!