you are reading
Notes of minds

Jangan Jadi Egois dengan Merokok (di tempat umum)!

Semua orang pasti sudah tahu bahaya merokok  karena tercantum di setiap bungkus rokok. Setiap perokok sudah tahu konsekuensi merokok bagi kesehatan mereka. Demi kenikmatan merokok itu sendiri, bahaya merokok bukan kendala yang berarti. Yang penting enak dulu, kalau sakit lalu mati gara-gara merokok, itu namanya takdir. Seperti itulah kira-kira pandangan perokok aktif.

Mereka boleh saja tidak peduli terhadap kesehatan mereka sendiri. Mereka siap membayar kenikmatan sebatang rokok dengan penyakit jantung atau pun kanker. Tapi bagaimana halnya dengan orang-orang di sekitar mereka yang tidak merokok tapi menghirup asap rokok mereka? Perokok pasif justru lebih banyak menghirup asap rokok dibanding perokok aktif, karena setiap merokok, asap dihembuskan menjauhi hidung. Sebab itu perokok pasif lebih rentan terhadap bahaya rokok. Mereka tidak menikmati rokok, tetapi mereka kena getahnya. Sungguh ironi. Perokok boleh tidak peduli dengan kesehatannya. Tapi pernahkah mereka mempedulikan kesehatan orang-orang di sekeliling mereka, orang-orang yang mereka kasihi? Ada kejadian nyata tentang almarhumah tantenya teman saya yang meninggal karena kanker paru-paru. Almarhumah tidak merokok, tetapi suaminya adalah perokok aktif. Lihat? Saya tidak membual, merokok membahayakan kesehatan  perokok pasif.

Bagi para perokok, berhentilah merokok atau setidaknya jika sulit untuk berhenti, merokoklah di tempat khusus merokok. Kalau mau merokok, tolong jangan egois dengan membagi-bagikan asap kepada orang lain, apalagi sampai merokok di angkutan umum. Kami para perokok pasif punya hak untuk tidak menghirup asap rokok.

Saya bicara begini bukan tidak tahu rasanya merokok. Saya pernah menjadi perokok aktif sekitar 6 tahun. Setelah saya bertemu partner saya di 2008, ia melarang saya untuk merokok. Sekarang saya sadar bahwa merokok itu perbuatan egois. Menurut saya merokok  merupakan bentuk ketidakpedulian manusia terhadap dirinya sendiri, sesama dan alam sekitar. Padahal kita seharusnya menjaga hubungan baik dengan mereka, seperti yang telah Allah ajarkan yaitu, hablumminannas dan hablumminal’alamin.

Hari ini hari anti tembakau sedunia, semoga tulisan ini bisa mengguggah hati para perokok aktif. Semoga mereka peduli pada kesehatan mereka sendiri, kesehatan orang lain dan juga kesehatan bumi.

Discussion

70 thoughts on “Jangan Jadi Egois dengan Merokok (di tempat umum)!

  1. kalo guyonan saya dan teman-teman..
    merokok bisa membuat wajah perokok makin jelek dari sebelumnya,:mrgreen:

    Posted by anla arinda | May 31, 2011, 1:55 pm
  2. sepakat… tidak berlebihan rasanya kalo ada yang menuduh bahwa orang yang merokok di tempat umum adalah orang yang egois dan zalim. Tapi menuduh saja tidak memberikan solusi tentunya…🙂 Kita butuh aksi

    Posted by yoriyuliandra | May 31, 2011, 2:33 pm
  3. saya perokok nih…susah mau berhenti merokok, tp kalau di tempet umum dan ada larangan merokok saya juga tahu diri kok🙂

    Posted by wien | May 31, 2011, 3:05 pm
  4. udah pernah jadi perokok juga ya? saya masih kesulitan utk meninggalkan rokok nih mbak😦

    Posted by Tourism | May 31, 2011, 3:14 pm
  5. Stop merokok deh dari sekarang.. kasihan kitanya..kasihan yang di sekililing kita..

    Posted by Marchei Riendra | May 31, 2011, 3:50 pm
  6. wah Sya dari pagi gue belom ngerokok gara2 ribet sm kerjaan, setelah baca ini malah inget blm ngerokok, jadi asem gini.. kali ini salah sasaran nih Sya😆
    tapi tenang ada disini tempat khusus kok buat ngerokok😉

    Posted by ER | May 31, 2011, 3:59 pm
  7. untung aku hidup dilingkungan bebas asap rokok. suamiku bukan perokok. disini jg jarang banget orang2 yang ngerokok😀

    Posted by Aubergine | May 31, 2011, 4:07 pm
  8. Rokok sebagai sebuah indentifikasi orang egois

    Posted by ardi | May 31, 2011, 4:08 pm
  9. merokok banyak ruginya

    Posted by ardi | May 31, 2011, 4:08 pm
  10. Aku suka kesel klo ada yang merokok di dalam angkot, huh. sebel bgt rasanya😀

    ohya aku baru tau klo ada hari tembakau😀

    Posted by melly | May 31, 2011, 4:44 pm
  11. parah!! saya sering jadi korban kalo di angkot. semoga perokok itu sadar dengan apa yang telah dilakukannya.

    selamat hari anti tembakau sedunia

    Posted by vektor | May 31, 2011, 5:19 pm
  12. perokok baik aktif ataupun pasif gak ada bagusnya….
    just stay away from them….

    Posted by vittayuni | May 31, 2011, 5:27 pm
  13. untung saya bukan perokok, walau saudara dan ortu perokok berat
    ……………………
    bila ingin mengetahui seberapa berat loading blog sobat dapat di cek di sini
    http://kangmartho.com/?p=212

    Posted by kangmartho.com | May 31, 2011, 6:50 pm
  14. Banyak orang yang saya kenal sudah mulai berhenti ngerokok. Tapi sayang, lebih banyak lagi yang mulai ngerokok.😆

    Posted by isnuansa | May 31, 2011, 6:57 pm
  15. wew,, beneran gitu sya pernah jadi perokok aktif 6 tahun? Alhamdulillah aku bukan perokok aktif maupun pasif seh, dirumah aku gak ada yang merokok, di kuliah dan tempat kerja juga ada tapi gak ada yang pernah merokok di dalam ruangan🙂

    Posted by niee | May 31, 2011, 8:08 pm
  16. kalau udh bahas rokok , banyak yg pro dan kontra ..
    Alhamdulillah saya gak perokok, krn rokok yg udah buat ayah saya udh tiada :,(

    Posted by ichsan | May 31, 2011, 8:26 pm
  17. duh, rokok
    kini jadi tuhan lima senti
    oleh para perokok. dipuja-puja dan harus ada. ah, kebanyakan memang egois jadi perokok tuh. untunglah saya bebas dari candu tembakau *bukan berarti belum pernah merokok, pernah sesekali waktu masih berlandalan. hahaha*

    Posted by Usup Supriyadi | May 31, 2011, 8:35 pm
  18. Kita perangi rokok!😀

    EH, apa perokok musti diperangi juga ya?

    Posted by Asop | May 31, 2011, 9:42 pm
    • Perokok itu mirip sama pecandu narkoba. Mereka hanyalah korban.
      Kalau dalam kasus narkoba, yang diperangi adalah narkoba, pengedar dan pembuatnya.
      Nah kalau kasus rokok, pengedar sama produsen diperangi juga ga ya?:mrgreen:

      Posted by Sya | June 1, 2011, 11:41 am
  19. Saya juga kurang suka dengan perokok. Kadang mereka itu egoistis, merokok sembarangan, di depan nonperokok, juga membuang puntung sembarangan.

    Mereka sebenarnya adalah orang-orang yang patut dikasihani

    Posted by Muhammad Baiquni | June 1, 2011, 2:42 am
  20. kalau di angkot tuh rasanya pengen banget ngeplak kepala orang yang merokok tapi koq umurnya lebih tua yah?? hehehehhe

    Posted by Necky | June 1, 2011, 9:04 am
  21. Ada perokok yang membaca majalah tentang bahaya merokok. Setelah selesai membaca dia langsung kapok. Dia buang majalahnya dan tetap saja merokok. hehehehe

    Posted by kangto | June 1, 2011, 1:09 pm
  22. salam sobat
    iya egois ya, tanpa mempedulikan orang sekitarnya jadi perokok pasif yg lebih berbahaya.

    Posted by NURA | June 1, 2011, 1:57 pm
  23. bener banget, perokok itu orang paling egois..
    pas puss pas puss di sembarang tempat, paling nek kalo di angkot, pas ditegur ngajak berantem..

    Posted by mamung | June 1, 2011, 2:08 pm
  24. Orang merokok itu sebenarnya pas kalo ditempat yang pas, setuju juga dengan judulnya, “Jangan jadi egois dengan meorokok” saya menangkapnya adalah silahkan merokok ditempat yang telah disediakan dan jangan sampai mengganggu yg lain.

    salam kenal,
    azizhadi

    Posted by azizhadi | June 1, 2011, 2:20 pm
  25. SETUJU mba! kemaren saya baru baca artikel tentang rokok juga. lebih mudah berhenti merokok selagi muda. ayo teman2, berhenti merokok sekarang, jangan tunda2 lagi🙂

    Posted by putrijeruk | June 1, 2011, 2:49 pm
  26. hemmm saya juga ngroko sih tp liat tempat sikon dan suasana hati biasanya hee…

    Posted by genksukasuka | June 1, 2011, 3:59 pm
  27. Sya, ada award nih, monggo ambil di sini.

    Posted by Asop | June 1, 2011, 7:49 pm
  28. iyah Sya, bener kata kamu, sama kek narkoba. yang diperangi harusnya rokoknya, bukan perokoknya..
    kita serukan kepada perokok untu tidak egois lagi,
    itu saja🙂

    Posted by ais ariani | June 1, 2011, 11:30 pm
  29. Selamat hari tembako nasional.

    Sikses selalu

    Salam

    Ejawantah’s Blog

    Posted by R. Indra Kusuma Sejati | June 1, 2011, 11:42 pm
  30. pernah ngerokok selama 6 tahun?
    buset lah
    mending ngejauh deh dari namanya rokok
    lebih banyak ruginya daripada positifnya

    Posted by @helgaindra | June 2, 2011, 10:43 am
  31. lho bukannya perokok pasif yg harus menghindari perokok aktif ya? hehehhe….
    tembakau/rokok memang spt simalakama ya. kalo dilarang, pasti banyak pekerja yg nganggur.
    anyway saya bukan perokok.

    Posted by Bung Iwan | June 3, 2011, 3:17 am
    • Orang yang merokok kan lebih sedikit daripada yang tidak, jadi harus ngalah.
      Tapi bukan karena mioritas dan mayoritas juga sih, intinya mereka harus tahu tempat untuk merokok.

      Posted by Sya | June 3, 2011, 1:44 pm
  32. iya bener,, perokok aktif itu egois,, dulu waktu pacaran dilarang merokok nurut,, tapi setelah menikah gak bisa dilarang lagi ,, hehe

    salam🙂

    Posted by personal health care | June 3, 2011, 12:53 pm
  33. Untung gak ngrokok😀

    Posted by febrian hadi | June 17, 2011, 11:22 pm
  34. merokok menunjukkan ke egoisan seseorang

    Posted by mawardi | July 30, 2011, 5:02 am

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!