you are reading
Cinta Melulu

Pacaran dan Bumbunya (Berantem)

Awal membuat blog, saya berniat untuk tidak mengumbar kehidupan pribadi saya. Dan yang saya maksud dengan kehidupan pribadi  salah satunya adalah masalah dengan partner saya (baca: pacar). Tapi kali ini saya ingin berbagi tentang secuil kehidupan saya bersama sang partner. Hitung-hitung semoga ini juga bisa sebagai bahan pembelajaran buat yang baca.

Jadi, saya memutuskan untuk menulis ini karena pembicaraan saya dengan teman saya tentang hubungan dengan pacar kemarin malam. Saya dan dia sama-sama punya masalah yaitu sering berantem dengan pacar. Memang wajar kalau dalam suatu hubungan kita berantem sesekali. Berantem adalah salah satu bumbu pacaran. Tapi kalau terlalu banyak bumbunya, menurut saya rasanya akan tidak enak. Saya tidak perlu cerita bagaimana atau karena apa biasanya kami berantem. Yang sudah pernah menjalin hubungan dengan lawan jenis pasti paham😉.

Sebut saja teman saya Dahlia, berpacaran dengan kekasihnya -sebut saja- Dani setahun lebih lama dari saya dan partner. Dahlia memang mengaku kerap berantem dengan Dani. Lalu, saya bilang ke Dahlia, Insya Allah kalau memang serius (dilanjutkan ke pernikahan) pasti kalian akan berubah dengan sendirinya. Dari yang saya alami, perubahan itu terjadi begitu saja. Ketika saya berubah, maka partner saya pun ikut berubah. Hal-hal yang dulu diributkan kini terlihat konyol dan sering  kami tertawakan. Ya, semua ada masanya.

Pacaran itu mau tidak mau akan saling mempengaruhi. Kalau yang satu negatif, pasangan kita akan terpengaruh menjadi negatif. Maka jadilah positif, agar pasangan kita ikut  positif.

Ternyata lama berpacaran tidak menjamin suatu pasangan lebih berpengalaman dari pasangan lainnya. Bukannya saya menggurui teman saya itu, tapi kenyataannya, saya yang lebih dulu melewati tahap itu. Saya percaya bahwa Dahlia dan Dani bisa hidup akur kalau mereka niat untuk berubah. Saya berpesan pada Dahlia, kalau mau lebih diperhatikan oleh Dani, berubahlah. Saya yakin apa yang pasangan lakukan terhadap kita adalah cerminan dari sikap kita pada pasangan. Mungkin untuk lebih jelasnya bisa dibaca di tulisan saya sebelumnya. Tulisan ini masih tetap menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan semoga  ini bisa berguna buat yang lain🙂.

*Gambar diambil dari layoutsparks.com

Discussion

51 thoughts on “Pacaran dan Bumbunya (Berantem)

  1. hahayss jadi inget dulu waktu punya pacar hee…. kerjaanya berantem mulu….😛 .

    Posted by genksukasuka | June 24, 2011, 2:42 pm
  2. wah koq ini ku banget y…heheh
    soalnya sering berantem….hihihi
    salam

    Posted by kezedot | June 24, 2011, 3:16 pm
  3. saya punyanya “mantan pacar”😀

    Posted by ysalma | June 24, 2011, 3:58 pm
  4. Ya mudah2an langgeng deh dengan masing2 pasangannya🙂

    Posted by niee | June 24, 2011, 4:27 pm
  5. Semoga kita semua dapat pembelajaran dari tulisan ini, untuk lebih dewasa dalam menyikapi segala sesuatunya.

    Salam
    Ejawantah’s Blog

    Posted by ejawantahblog | June 24, 2011, 5:24 pm
  6. hihi…. saya sudah lupa kapan terakhir berantem sama pacar…..

    Posted by vittayuni | June 24, 2011, 5:41 pm
  7. udaahhhh..kawin aja langsung..:mrgreen:

    Posted by tunsa | June 24, 2011, 6:00 pm
  8. udaahhhh..kawin aja langsung..:mrgreen:

    Posted by tunsa | June 24, 2011, 6:00 pm
  9. berantem kayak garam di masakan, tambah enak kalee, tapi klo garamnya kebanyakan ya jadi keasinan lah😀

    Posted by oenoen | June 24, 2011, 8:13 pm
  10. Berpacaran ibarat seperti menyunting sekuntum mawar merah. Kadangkala kita mencium harum mawar tersebut, tetapi ada kalanya kita merasakan bisa duri mawar itu menusuk jari.

    Kompatibilitas yang paling benar bukan diukur berdasarkan berapa lama kita sudah bersama maupun berapa sering kita bersama, tapi apakah selama kita bersama, kita selalu saling mengisi satu sama lain dan saling membuat hidup yang berkualitas.

    Posted by Budy | June 24, 2011, 11:19 pm
  11. ealah ada bumbunya juga to?😀

    Posted by febrian hadi | June 25, 2011, 12:40 am
  12. klo saya sih ga mau ribet mba, pacaran iya tp ntar stelah nikah *itu juga pesen dr guru saya:mrgreen:

    Posted by Triiz | June 25, 2011, 5:50 am
  13. seperti apa sih rasanya bertengkar karena pacaran, saya kan enggak pernah punya pacar hehe.
    yups.,. intine harus mau berubah keduanya

    Posted by lozz akbar | June 25, 2011, 11:09 am
  14. belum pernah ik nyobain yg namanya pacaran,,, asik kali ya,, hehe

    Posted by ulil albab | June 25, 2011, 12:21 pm
  15. kalo gak berantam gak asik…😀

    Posted by Gusti 'ajo' Ramli | June 25, 2011, 3:54 pm
  16. jadi pengen pacaran, hahahaha.
    kyk g pernah pacaran aja gw

    Posted by kira | June 25, 2011, 3:59 pm
  17. Bumbu pacaran ternyata berantem Ya?🙂

    Menjadi positif untuk menjadikan pasangan positif juga mungkin masuk dalam ranah keteladanan ya?

    Posted by Erdien | June 25, 2011, 7:54 pm
  18. berarti bila jarang berantem = kurang bumbu?🙄

    Posted by Kurology | June 26, 2011, 7:13 am
  19. Kalo bisa pacaran jgn lama-lama…

    Posted by riez | June 26, 2011, 11:44 am
  20. iya bener, jadi tergantung pada pasangan itu sendiri ya, seberapa cepat dan bagaimana bisa menyikapi masalah.. dulu juga aku sering berantem gara2 masalah yang sepele, tp sekarang udah lumayan jarang lg berantemnya.

    pokoknya coba saling ngertiin satu sama lain deh .. hehe

    Posted by feisafirmansyah | June 26, 2011, 2:02 pm
  21. saya pacaran setelah menikah.😀

    Posted by RhyzQ | June 26, 2011, 11:10 pm
  22. Berantem seru juga kok… kalau udah baikan beugh… jadi tambah mesra…
    hehehe😀
    Tapi jangan sering2 juga. Cukup 6 bulan sekali dan berantemnya bukan kekerasan atau yang berlama2.😉

    Posted by Marchei Riendra | June 27, 2011, 9:07 am
  23. berantem itu nambah warna dalam hubungan lo.😄
    tapi kalau aku sih ga berani-berani lagi kalau berantem sama partner, ntar susah dapetnya😀

    Posted by Racoonmacoon | June 27, 2011, 10:02 am
  24. engh, jadi kangen berantem sama pacar.

    #nasibjomblo
    =.=

    Posted by takuya | June 27, 2011, 7:53 pm
  25. Nice! Hehe, entah mengapa saya suka ini.😆

    Posted by Asop | June 27, 2011, 8:14 pm
  26. yang satu itu mah emang gak bisa dipisahkan, rasanya gak seru / kurang menantang kalau belum ada berantemnya 🙂

    Posted by hudaesce | November 20, 2012, 9:52 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!