you are reading
Cinta Melulu

Ketiga

Kredit foto: burahol.com

Wah, habis Lebaran, saya malah ngomongin masalah ini. Bukan karena baru-baru ini saya mengalaminya lho😉. Sebenarnya ini sudah bertengger lama di draft, tapi baru saya publikasi sekarang. Oh ya, berhubung masih suasana Lebaran, sebelumnya saya mohon dimaafkan bila tulisan-tulisan saya menyinggung perasaan yang membaca🙂.

Kembali kepada topik tulisan ini, yaitu selingkuh. Kita sering dengar kata selingkuh. Apa sih arti selingkuh sebenarnya? Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, selingkuh adalah (1) suka menyembunyikan sesuatu untuk kepentingan sendiri; tidak berterus terang; tidak jujur; curang; serong; (2) suka menggelapkan uang; korup; (3) suka menyeleweng. Kalau dalam berpacaran atau pernikahan sepertinya definisi yang sesuai adalah yang nomor 1 dan 3. Menurut saya pribadi, selingkuh berarti mempunyai ketertarikan atau pun hubungan dengan lawan jenis -normalnya sih begitu- selain dengan pasangan kita. Selingkuh biasanya dilakukan diam-diam. Iyalah, kalau terang-terangan bisa gawat:mrgreen:. Menurut saya lagi, selingkuh itu ada dua macam, yaitu selingkuh hati dan selingkuh tindakan. Selingkuh hati hanya sebatas perasaan pada orang ketiga, tapi tidak ada keinginan untuk menindaklanjuti perasaannya itu. Contohnya, si A menyukai C padahal ia sedang menjalin hubungan dengan B. Tapi si A berusaha menghilangkan perasaannya itu dan menghindari kontak dengan C. Selingkuh seperti ini masih bisa dimaafkan karena tidak ada seorang pun yang niat untuk jatuh cinta pada orang ketiga di saat dia sedang menjalin hubungan dengan pasangannya. Jatuh cinta itu di luar kendali kita. Manusia tidak bisa mencegah hatinya untuk jatuh cinta. Tuhan yang Maha Menguasai hati manusia. Nah, jatuh cinta itu termasuk pada kuasaNya. Tapi kalau seseorang jatuh cinta pada orang ketiga dan dia menindaklanjuti perasaannya itu, inilah yang dimaksud dengan selingkuh tindakan. Misalnya si A yang menjalin hubungan dengan B, menyukai C. Sadar dengan perasaannya itu, si A tetap pergi berdua dengan si C tanpa pengetahuan si B. Manusia memang tidak bisa mengendalikan perasaannya tapi bisa mengendalikan perbuatannya. Selingkuh tindakan ini lebih menyakitkan bagi pasangan yang diselingkuhi karena dilakukan berdasarkan niat dari pasangannya. Sebab itu, biasanya selingkuh ini lebih sulit dimaafkan.

Dalam setiap hubungan dengan lawan jenis entah itu sebatas pacaran atau pun dalam pernikahan, tidak akan luput dari yang namanya selingkuh. Nah, kalian yang pernah berpacaran, apakah pernah selingkuh, diselingkuhi atau bahkan menjadi orang ketiga? Kata orang selingkuh itu indah? Hmm, indah apanya ya? Bukankah posisi apa pun dalam cinta segitiga tidak ada yang enak? Mau selingkuh, diselingkuhi atau jadi selingkuhan, sama saja, sama-sama tersakiti. Tapi entah kenapa masih banyak orang yang doyan selingkuh. Ada yang tahu kenapa :roll:? Kata orang lagi, kalau habis selingkuh terus baikan lagi dengan pasangan, perasaan sayang kita akan bertambah, hubungan jadi lebih harmonis. Iya kalau dimaafkan, nah kalau diputusin? Hanya bisa nyengir:mrgreen:.

Ngomong-ngomong tentang orang ketiga, apa rasanya menjadi istri yang dimadu ya? Saya pernah dengarseorang -yang mengaku- ustadz berceramah di musholla kantor saya. Kurang lebihnya si ustadz bilang begini: “Pria yang menikah lagi berarti ga sayang sama istrinya.”. Wah saya setuju nih dengan perkataannya. Tapi setelah itu, dia meneruskan lagi, “Sekarang jumlah perempuan lebih banyak dari jumlah pria. Bisa-bisa ada perempuan yang ga kebagian suami. Kalo ada perempuan yang ga mau dimadu, maka ia ga sayang dengan perempuan lain.”. Lho @$#%^&%$@^%&^#$*&??? Saya langsung bingung. Entah apa maksud si ustadz berbicara seperti itu. Saya jadi bertanya-tanya, apa harus ya perempuan dimadu?

Memang dalam Islam, pria diperbolehkan menikahi hingga empat istri seperti yang tertulis dalam surat An Nisa ayat 3:

“Dan jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil terhadap (hak-hak) perempuan yatim (bilamana kamu menikahinya), maka nikahilah wanita-wanita (lain) yang kamu senangi: dua, tiga, atau empat. Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.”

Tapi bukankah si pria boleh menikahi sampai empat istri dengan catatan bahwa dia bisa berlaku adil? Saya rasa hanya Allah yang Maha Adil dan hanya Nabi Muhammad yang bisa berlaku adil. Selain itu, silahkan dijawab sendiri apakah poligami dilakukan karena si suami bisa berlaku adil atau karena hati seorang istri yang luar biasa ikhlas untuk dimadu?

———– updated

Saya bukan tidak setuju dengan poligami. Saya hanya mempertanyakan apakah memang benar suami yang memiliki istri lebih dari satu bisa berlaku adil? Kalau hal berupa materi tentu mudah membagi sama rata. Tapi bisakah juga menerapkan rasa adil terhadap pembagian rasa sayang? Bisakah si suami menyayangi kedua istrinya sama besar? Kenyataannya, saya melihat poligami berjalan karena para istri ikhlas untuk berbagi suami. Itu saja. 

Discussion

42 thoughts on “Ketiga

  1. Ngomonging poligami, saya jadi ingat sama Aa’ Gym. he . . .

    Posted by Irfan Handi | September 8, 2011, 3:28 pm
  2. hihihi jadi selingkuh berselingkuh ama poligami gini ya. mudah2an gak ngalamin deh. poligami juga gak siap aku mah😀

    oh ya taqabbalahhu minna wa minkum, mohon maaf lahir bathin🙂

    Posted by maminx | September 8, 2011, 4:16 pm
  3. Selingkuh sepertinya memang gaswat😀 tapi nggak tau juga sich masih belum tertarik dengan konsep pacaran:mrgreen:

    Minal aidzin walfaidzin juga mbak,maafin ya kalau ada koment atau tulisan yang kurang mengenakkan hati😀

    Posted by Grandchief | September 8, 2011, 4:31 pm
  4. ngomongin masalah ini pasti nggak akan ada habis2nya deh Sya

    Posted by monda | September 8, 2011, 4:43 pm
  5. wah jangan sampai nih, aku saja mikir kalau satu istri saja ribet😦

    Posted by @lostmyname | September 8, 2011, 4:44 pm
  6. Aku paling suka sama seorang dosen indonesia yg mengajar di usa ttg ilmu islam. Saat ada mahasiswanya yg bertanya mengenai poligama dia menjawab: poligami diperbolehkan dalam islam tapi tidak utk suami saya.. hehehehe…

    Posted by niee | September 8, 2011, 5:50 pm
  7. kunjungan balik gan
    sekalian bertukar link

    Posted by abedsaragih | September 8, 2011, 5:55 pm
  8. Bahayaan selingkuh hati atau selingkuh tindakan ?? heheheh…😉 btw, mhon maaf lahir batin sigulajawa!

    Posted by erick azof | September 8, 2011, 8:48 pm
  9. Barangkali… konteks bisa menikah dengan empat wanita itu dalam konteks jaman dulu, jaman saat Nabi Muhammad dan setelahnya (khalifah pengganti beliau). Masa itu wanita benar2 hanya diperlakukan seperti “barang”. Makanya, Islam mengagungkan wanita, menaikkan derajat wanita, dan melindungi wanita.🙂 Jadi, barangkali menikah adalah jalan untuk melindungi wanita dari gangguan pria2 jahat di luar sana.

    Untuk dipakai di masa kini (perihal menikah dg 4 wanita)… saya masih banyak jadi perdebatan.

    Posted by Asop | September 8, 2011, 9:26 pm
    • Kalau saya bilang sih, itu bisa dipakai di jaman apa pun toh Al Qur’an adalah petunjuk di segala jaman. Permasalahannya adalah, kalau ga bisa adil, ya jangan maksa untuk nikah berkali-kali sampai bikin nangis istrinya. Kalau kata Alm. Gus Dur, gitu aja koq repot🙂

      Posted by Sya | September 12, 2011, 10:48 am
  10. wah kalau topik yang satu ini saya no comment dulu ah.
    Mohon do’anya saja supaya saya langgeng sama emaknya anak-anak di rumah🙂

    Posted by mascayo | September 8, 2011, 9:38 pm
  11. Cinta itu tidak terduga kapan datangnya, tapi rasanya tidak akan bisa pergi. Kalau bisa diusir dari perasaan kita, mungkin kita mesti mempertanyakannya kembali, apakah itu adalah cinta🙂.

    Posted by Cahya | September 9, 2011, 8:15 am
    • Menurut saya sih, ga ada yang abadi di dunia termasuk cinta. Saya sendiri sih memang belum pernah menjalani hubungan bertahun-tahun lamanya. Tapi saya rasa bila cinta memudar, yang membantu mengutakannya adalah komitmen.

      Posted by Sya | September 12, 2011, 10:57 am
  12. waah.. siapa yg selingkuh nih hhehe..

    btw sya, mohon maaf lahir bathin dari dhila13 yaa🙂

    Posted by dhila13 | September 9, 2011, 9:40 am
  13. Setuju bgt dgn kalimat ini :
    “Pria yang menikah lagi berarti ga sayang sama istrinya.”. “Sekarang jumlah perempuan lebih banyak dari jumlah pria. Bisa-bisa ada perempuan yang ga kebagian suami. Kalo ada perempuan yang ga mau dimadu, maka ia ga sayang dengan perempuan lain.”.
    Hihihiiii…. brarti si Uztadz support to poligami tuch…😀

    Posted by Jackysan | September 9, 2011, 10:26 am
  14. Hindari ini. Jangan sampe ketularan lah.

    Posted by dinneno | September 9, 2011, 7:49 pm
  15. maaf lahir batin sya….mohon maaf saya kurang sreg aja kalau ada yang mengangkat tema poligami hehehe. Bukan apa2….hal ini sudah jelas ada di al quran…ya udah ga usah dipermasalahkan lagi. Poligami itu adalah sebuah solusi, apabila mau digunakan silahkan, ga mau dipergunakanpun silahkan. Jangan sampai kita salah mengintepretasikannya. Saya setuju dengan poligami (karena emang jelas2 ada ayatnya) namun saya tidak akan menggunakan solusi ini. Mudah2an Allah senantiasa membimbing kita ya bu…aamiin…
    Sekali lagi bukan pro ustadz ini atau ustadz itu…tapi ini jelas ada ayatnya…lho….sekali lagi mohon maaf kalau kurang berkenan….

    Posted by Necky | September 9, 2011, 11:14 pm
    • Hmm, sebenarnya bukan masalah setuju ga setuju. Saya melihat poligami terjadi bukan karena si pria yang bisa berlaku adil. Mungkin akan susah nemuin pria seperti itu. Tapi poligami terjadi karena istri yang ikhlas menerima suaminya menikah lagi, itu aja.

      Posted by Sya | September 12, 2011, 3:28 pm
  16. Hehe, selingkuh emang topik menarik ya habis di mana2 ada, dari yg sekedar gosip ampe gang beneran. Saya sih berharap saya tidak selingkuh atau diselingkuhi🙂
    Oya makasih ya buat awrdnya, maaf baru berkunjung sekarang

    Posted by alice in wonderland | September 10, 2011, 9:29 am
  17. kalau hanya ‘Nabi Muhammad yang bisa berlaku adil..’ lalu untuk apa ayat tersebut di turunkan?!?!?
    hanya tuk nabi?!?! padahal nabi hanya penyampai tuk umatnya😦
    jd message yg ingin di sampaikan, gak hanya berhenti di nabi dung harusnya?!?!?

    Posted by Merliza | September 10, 2011, 12:56 pm
    • Saya sepakat dg sahabat Merliza.
      Ketika seorang lelaki punya seribu keinginan (yg didalemnya jd ada keinginan nikah lagi), tapi Allah punya sejuta pengetahuan ttg apa yg dibutuhkan.
      So, sy tdk menolak hukum poligami, nan terpenting syukuri yg telah diberi (yaitu seorang istri), namun jika ingin nambah lagi…hmmm, luruskan niat mantabkan hati minta petunjuk Illahi… “Kemudian jika kamu “takut” tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja…”

      *maaf, bukan sotoy ya😉 , hanya pendapat yg sy sendiri masih faqir ilmu atasnya.

      Posted by Andrey Ayyasha | September 10, 2011, 10:36 pm
    • Makanya ayatnya berbunyi “Kemudian jika kamu takut tidak akan dapat berlaku adil, maka (nikahilah) seorang saja, atau budak-budak yang kamu miliki.
      Ayat Allah insya Allah ga akan berhenti di Nabi Muhammad saja. Nabi menikahi beberapa perempuan karena untuk melindungi mereka dan ia yakin dapat berbuat adil. Nah yang diikuti kebanyakan orang itu nikahnya saja, tapi adilnya? Bagi saya, poligami itu butuh keikhlasan seorang istri menerima perlakuan suaminya, mau adil atau tidak, selama ia ikhlas, insya Alah ga akan ada masalah. Tapi itu sih cuma pendapat saya saja😉. Mohon maaf kalau saya salah🙂

      Posted by Sya | September 12, 2011, 3:38 pm
  18. Hmmm…
    Orang ketiga, keempat, kelima, atau singkatnya berbagi hati… memang kurang enak untuk dibicarakan.
    Kalau saya, sih…. lebih baik tak usah bersama lagi daripada berbagi hati…🙂

    Posted by @zizydmk | September 12, 2011, 12:11 pm
  19. wah wah bicara poligami sebenarnya dulu2 aq juga pernah ngomong gak akan mau dimadu pas jaman belom nikah tapi ketika suamiku berselingkuh, aku berusaha memahami apa sih yang dia cari dari perempuan baru itu?
    dan tiba2 aku kasihan dengan mereka yang merasa jatuh cinta tapi tak bisa bersatu
    tapi waktu kuberi pilihan untuk menikahi perempuan itu, suamiku malah gak mau
    lhaaa piye thoo
    ternyata dia selingkuh hanya karena tergoda

    tetapi aku setuju dengan adanya poligami karena Tuhan memang menciptakan lelaki dan perempuan demikianlah adanya, kenapa lelaki berselingkuh,coba deh tanyakan, banyak yang jawab karena istri tak bisa memberikan pelayanan lagi (misalnya yang sudah tua) itulah kenapa lelaki boleh menikah lebih dari sekali

    gitu kira2 dek gak tau salah apa betol😀, mohon maaf lahir batin yaaa

    Posted by julie | September 12, 2011, 2:54 pm
    • Hebat ya Kak, ga mudah lho untuk maafin begitu. Kalau kata orang, dia yang bisa memaafkan pasangannya yang udah selingkuh itu berjiwa besar. Apalagi kalau untuk merelakan menikah lagi kayak Kak Jul.
      Saya bukan setuju ga setuju. Intinya bukan di sikap laki-laki. Tapi bagaimana perempuan dengan hati besar & ikhlasnya menerima itu. Makanya di akhir paragraf saya tanya lagi, apa benar karena pria bisa adil atau memang si perempuan yang luar biasa ikhlas?

      Posted by Sya | September 12, 2011, 3:49 pm
  20. no poligami, hihihihihihi, wanita banget, sebagai seorang laki2 aku mendukung.🙂
    like it…

    maaf lahir batin..

    Posted by kira | September 12, 2011, 3:14 pm
    • Bukan no poligami, saya cuma mengutarakan pikiran saya kalau poligami itu tercipta bukan karena suami bisa adil, tapi istri-istrilah yang merasa ikhlas untuk dimadu. Saya percaya bahwa tidak ada manusia yang bisa berlaku adil selain Nabi muhammad. Makanya saya berpikiran seperti itu.
      Maaf lahir bathin juga ya🙂

      Posted by Sya | September 12, 2011, 3:55 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!