you are reading
Daily story

Kostan (dalam sebuah kenangan)

Saya membuat blog bernama si gula jawa ini bertujuan sebagai diari elektronik saya. Nah, sesuai dengan tujuannya, saya akan membuat tulisan tentang kehidupan kostan saya. Saya ingin mengenangnya, karena untuk beberapa waktu ke depan, Insya Allah saya akan meninggalkan kehidupan kost saya.

Kostan saya terletak di daerah Meruya, Kebon Jeruk. Sejak Januari 2010 saya kost di tempat ini, artinya sekarang hampir dua tahun saya ngekost. Saya merasa berjodoh dengan kostan ini karena saya tidak susah menemukannya. Saya ingat, waktu itu hari Minggu di pertengahan Bulan Desember 2009 saya dan partner mencari kostan. Kostan pertama yang kami kunjungi sudah penuh dan pemiliknya menawarkan saya untuk kost di tempat kakaknya, yang mana beliau adalah ibu kost saya. Langsung tanpa basa-basi lagi, saya membayar uang muka. Tapi baru saya tempati di Januari 2011.

Kostan saya terpisah dari rumah pemiliknya, kira-kira berjarak 300 meter. Bangunan kostan terdiri dari dua lantai. Pada lantai pertama terdapat dua kamar tidur, satu kamar mandi, dapur dan tempat menjemur pakaian. Sedangkan di lantai dua terdapat tiga kamar tidur, satu kamar mandi dan tempat bersantai. Sebenarnya ada balkon kecil di sebelah kamar saya, namun bukannya digunakan untuk bersantai malah kami gunakan untuk menjemur pakaian:mrgreen:. Total penghuni di kostan ini adalah lima orang, tidak banyak, jadi istirahat bisa lebih enak.

Yang saya senangi dari kostan ini adalah ada fasilitas dapur dan kulkas, suasananya yang rumah banget dan harganya yang murah. Bayangkan saja, untuk kamar yang ukurannya lumayan (saya kurang ahli dalam mengukur besar ruangan), ada dapur dan kulkas, hanya dikenakan Rp. 350.000,- per bulan. Tidak dikenakan tarif listrik lho, padahal saya dan teman-teman membawa televisi, DVD player dan kipas angin. Coba mana ada kostan segitu murah? Di daerah Kebon Jeruk, harga kostan paling murah itu Rp. 450.000,- hanya kamar saja, tidak boleh masak dan tidak ada kulkas.  Memang sih, ada kekurangan dari kostan ini, kalau hujan airnya suka merembes. Airnya juga suka mati. Tapi saya dan teman-teman masih betah😉.

Lemari baju dua pintu. Wah ketahuan deh, di atas lemari tas saya numpuk berantakan:mrgreen:

Tempat tidur ukuran queen size. Kamar yang lain tempat tidurnya single, di kamar saya aja yang tempat tidurnya begini. Anak kost menyebutnya 'ranjang pengantin' karena sudah ada dua anak kost penghuni sebelumnya yang keluar karena menikah. Insya Allah saya menyusul🙂

Barang-barang di kamar saya. Berantakan untuk ukuran kamar perempuan kan? Hehehe.

Dinding kamar kost yang iseng saya tempeli gambar Teddy Bear.

Ada beberapa hal yang saya dapat semenjak saya kost di sini. Sebenarnya sih ini bukan pertama kalinya saya ngekost. Dulu saya pernah kost di daerah Tendean, tapi hanya bertahan sebulan karena saya home sick. Kalau sekarang sih, saya malah pulang hanya sebulan sekali:mrgreen:. Oh ya, kembali lagi ke hal yang saya dapat sejak kost di tempat ini. Saya sebelumnya tidak pernah masak dan tidak tertarik untuk masuk dapur. Tapi karena melihat seorang teman kost saya yang rajin masak, maka tertularlah saya untuk masuk ke dapur. Yah, walaupun rasanya ga seenak masakan Bunda saya, tapi lumayanlah buat mengganjal perut😉. Selain itu, saya jadi lebih mandiri. Saya mengerjakan semuanya sendiri, mulai dari menyapu, mengepel, mencuci dan menyetrika baju. Bahkan hal-hal yang sebelumnya susah menurut saya, saya jadi terpaksa mengerjakannya, misalnya saat saya memasang rak rakitan yang saya beli di Carrefour.

Di dapur inilah saya dan teman-teman kost saya memasak. Secara tidak tertulis ada jadwal memasak, makanya kami tahu waktu kami masing-masing.

21 bulan bukanlah waktu yang sebentar. Banyak kenangan di kostan ini, terutama dengan teman-teman kost saya. Sedih juga untuk meninggalkannya, tapi saya harus melewati ini untuk memulai hidup baru saya bersama partner nanti🙂. Sebetulnya saya ingin unggah foto bersama teman kost, berhubung fotonya tidak lulus sensor jadi saya urungkan niat menguggahnya. Well, selamat tinggal kehidupan kostanku🙂.

Discussion

22 thoughts on “Kostan (dalam sebuah kenangan)

  1. Aih, Sya, kamar Sya itu masih lebih rapi ketimbang kamar saya….😆

    Kalo saya, sebuah kos harus ada dapurnya!😀

    Posted by Asop | September 12, 2011, 4:24 pm
  2. back to depok, sya? welcome……😀

    Posted by vitta | September 12, 2011, 5:46 pm
  3. Apa gunanya bagian atas lemari kalau bukan sebagai tempat buat naruh ini itu, hahaha…

    Posted by kakaakin | September 12, 2011, 8:17 pm
  4. hihi, ternyata cewek juga bisa berantkan y mbak?
    salam kenal🙂

    Posted by sulunglahitani | September 12, 2011, 9:35 pm
  5. Kamar saya masih lebih rendah dari separuh harga itu, yah, yang paling murah di sini🙂.

    Posted by Cahya | September 12, 2011, 9:42 pm
  6. Semoga bahagia hidup bersama partnernya

    Posted by riez | September 12, 2011, 10:28 pm
  7. Beneran baru lihat ada kasur kostan ukuranya gede kayaj gitu.. hehehehe..

    Kamarnya termasuk rapi kok sya.. aku aja yg tgl di rumah sendiri kamar masih berantakan *merenung*

    selamat menempuh hidup baru ya sya.. mudah2an lancar😉

    Posted by niee | September 13, 2011, 4:52 pm
  8. aku suka foto bed dan dapurnya🙂

    Posted by Ely Meyer | September 13, 2011, 9:07 pm
  9. Wah sepertinya cukup menyenangkan jadi anak kostan,aku nggak pernah ngekost jadi gak tau suasana sebenarnya dunia kostan.Kalau menemukan teman-teman yang tepat dan mengasyikkan pasti lebih seru ajang ngekostnya.

    Happy new live in new area😀

    Posted by giononurcahyadi | September 15, 2011, 12:27 pm
  10. mau ke jenjang yang lebih serius sama si partner nih?
    wah didoakan lancar deh ya

    semoga gak terus terusan kangen dengan kehidupan kost yang dulu

    anyway kostnya itu murah banget lo kalo di jakarta
    ckck

    Posted by @helgaindra | September 15, 2011, 1:59 pm
  11. Wuih murah ya. hehe faktor lucky aja nih kalo dapat kostan kayak gini -__-

    Posted by Ayi Bram | August 6, 2012, 2:04 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!