you are reading
Mood of the day

Penelope, Film Pembelajaran untuk Menerima Kekurangan Diri

Film yang berjudul Penelope ini masuk ke daftar koleksi DVD bajakan saya😳. Saya sudah berkali-kali menonton film ini dan tidak pernah bosan melakukannya. Film ini dirilis premiere pada tahun 2006 di Toronto International Film Festival namun baru dirilis di Amerika Serikat pada tahun 2008. Film yang dibintangi Christina Ricci, James McAvoy dan Reese Whiterspoon ini berlatar belakang di London, Inggris.

Penelope Wilhern (Christina Ricci) terlahir sebagai keturunan darah biru. Seharusnya sebagai bangsawan yang bergelimang harta, dia merasa bahagia. Namun pada kenyataannya, dia jauh dari itu. Ini disebabkan kutukan seorang penyihir yang sakit hati akibat ulah kakek buyutnya kakek buyut (nah bingung deh) Penelope yang memutuskan hubungan dengan putrinya dalam keadaan hamil karena perbedaan status. Akibat kutukan itu, Penelope terlahir memiliki hidung dan telinga babi. Dikatakan bahwa kutukan itu dapat dipatahkan bila ada keturunan darah biru yang bisa menerima dirinya.

Kelahiran Penelope dengan hidung dan telinga babi menjadi rumor di seluruh Inggris. Seorang wartawan bernama Lemon (Peter Dinklage) berusaha untuk membuktikkan rumor tersebut dengan menyelinap masuk ke rumah keluarga Wilhern dan berusaha memfoto Penelope. Karena kejadian itu, orang tua Penelope Jessica (Catherine O’Hara) dan Franklin (Richard E. Grant) merekayasa kematian anaknya. Sejak itu, Penelope kecil hidup terisolasi. Ia tidak diperbolehkan keluar dari rumahnya.

Orang tua Penelope terutama Jessica selalu menanamkam kepada Penelope bahwa hidung babinya bukan hidung Penelope, tapi itu adalah hidung nenek moyangnya. Hal itu terus tertanam di pikiran Penelope selama bertahun-tahun. Jessica berusaha untuk mematahkan kutukan terhadap putrinya. Dia berasumsi bahwa kutukan bisa hilang bila ada seorang pria berdarah biru yang bersedia menikahi putrinya. Maka sejak Penelope berusia 18 tahun, dia sibuk mencarikan suami untuk putrinya. Dalam mencarikan jodoh untuk putrinya ini, dia meminta bantuan konsultan biro jodoh bernama Wanda (Ronni Ancona).

Penelope yang diperankan Christina Ricci

Selama 7 tahun, Penelope menjalani pencarian jodoh tersebut. Selama 7 tahun pula ia mengalami penolakan dari pria-pria yang melihatnya. Untuk menghindari berita tentang Penelope tersebar, setiap pria yang mengikuti perjodohan dengan Penelope harus menandatangani kontrak terlebih dahulu. Kontrak tersebut  tidak memperbolehkan mereka menceritakan ke masyarakat perihal Penelope. Hingga pada suatu saat, ada seorang bangsawan bernama Edward Humphrey Vanderman III ( Simon Woods) kabur sebelum menandatangani kontrak perjanjian. Edward yang ketakutan melihat wajah buruk Penelope langsung mendatangi kantor redaksi harian umum di London. Namun bukannya berita tentang Penelope yang keluar tetapi malah berita tentang ketidakwarasan Edward.

Merasa nama baiknya tercoreng, Edward berusaha mengembalikan nama baiknya, apalagi Edward adalah anak dari seorang politikus terkenal Edward Vanderman II (Nigel Havers). Ia pun bekerjasama dengan Lemon -yang dipenuhi ego dari masa lalu- untuk membuktikkan bahwa gadis berhidung babi itu benar-benar ada. Rencana mereka adalah menyewa pria keturunan darah biru yang membutuhkan uang. Pria itu adalah Max Champion (James McAvoy) yang menghabiskan warisannya untuk berjudi. Max dibayar 5.000 poundsterling untuk mendapatkan foto Penelope. Namun karena rencana ini, Max malah dekat dengan Penelope. Saat semua pria lari ketakutan melihat wajah Penelope, Max tidak lari. Ia merasa nyaman dengan Penelope dan hal itu membuatnya berhenti untuk membantu rencana Edward dan Lemon. Kerjasama ketiganya ketahuan oleh orang tua Penelope. Tapi Penelope tidak peduli, ia meminta Max untuk menikahinya. Sadar dia tidak bisa membuat Penelope bebas, maka Max menolak ajakan itu.

Karena sedih, Penelope kabur diam-diam dari rumahnya. Untuk menutupi hidung babinya, dia meggunakan syal. Saat di luar, ia bertemu Annie (Reese Whiterspoon) yang menjadi sahabatnya. Penelope sangat menikmati kebebasan yang didapatnya. Hingga suatu hari orang tuanya menemukan dirinya. Aksi kejar-kejaran pun tidak terhindarkan. Karena kelelahan berlari, Penelope pingsan. Annie dengan sigap membuka syal Penelope agar dia bisa bernapas. Ketika membuka syalnya, orang-orang di sekitar Penelope sangat terkejut. Akhirnya apa yang ditutupi Penelope selama ini terbongkar. Namun tidak seperti yang ditakuti ibunya, Penelope malah menjadi terkenal. Semua orang menyukai Penelope.

Johnny Martin alias Max Champion gadungan yang diperankan oleh James McAvoy

Sadar akan kepopuleran Penelope, Edward Vanderman II menyuruh anaknya Edward Vanderman III untuk menikahi Penelope. Hal ini dilakukan semata-mata untuk menaikkan popularitasnya sebagai politikus. Akhirnya, Edward dan Penelope memutuskan untuk menikah. Di saat Edward dan Penelope mempersiapkan pernikahannya, Lemon mengetahui bahwa selama ini dia salah mengira orang. Max Champion yang selama ini dia kenal bukanlah Max yang sebenarnya. Pria itu adalah pengangguran bernama Johnny Martin. Ia pun mendapati alasan Johnny meninggalkan Penelope adalah karena dirinya bukan keturunan darah biru jadi tidak mungkin bisa mematahkan kutukan tersebut. Melihat cinta Johnny yang tulus pada Penelope, Lemon mengumpulkan fakta tentang Johnny. Beberapa menit menjelang pernikahan Penelope dan Edward, Lemon mendatangi Jessica dan Wanda untuk memberitahu bahwa ada orang yang benar-benar tulus mencintai putrinya. Ia memberikan dokumen tentang Johnny. Namun Jessica menolak mentah-mentah informasi tersebut.

Saat akan mengucap janji di altar, Penelope sadar bahwa ia tidak mencintai Edward. Kemudian dia berlari dan Jessica langsung mengejarnya. Jessica meyakinkan putrinya bahwa ia harus menikah untuk mematahkan kutukannya. Penelope tetap tidak mau. Kemudian ia berteriak bahwa ia menyukai dirinya apa adanya. Seketika kutukannya pun lenyap. Hidung dan telinga Penelope menjadi normal. Tidak berapa lama, Wanda pun tak sanggup menutupi fakta tentang Johnny Martin. Ia menceritakan semuanya pada Penelope. Film ini pun berakhir bahagia, Penelope dan Johnny hidup bersama.

Penelope merupakan film yang ringan dengan diiringi soundtrack yang juga easy listening. Hampir semua soundtrack di komposori oleh Joby Talbot. Selain itu, saya jatuh cinta pada tokoh Johnny Martin. Ada pesan yang ingin disampaikan melalui film ini. Sebenarnya bisa saja kutukan itu patah dari dulu kalau saja Jesscia bisa menerima kekurangan putrinya atau bahkan jika Penelope sendiri menerima dirinya. Dari film ini, saya belajar menerima kelebihan dan kekurangan diri saya.

Discussion

31 thoughts on “Penelope, Film Pembelajaran untuk Menerima Kekurangan Diri

  1. awalnya sya fikir bintangnya penelope cruz sijelita itu 🙂
    membaca review sinopsisnya…..kyknya endingnya haru ya 🙂

    Posted by bensdoing | October 28, 2011, 4:24 pm
  2. sepertinya patut di liat nii.. recommended beut kek nya😉

    Posted by genial Belajar Photoshop | October 28, 2011, 6:52 pm
  3. Aku udah nonton film ini neh dah lama banget.. kalau gak salah juga ada dvdnya beli yg bajakan hehehe.. emang bagus neh film.. aku suka😀

    Posted by niee | October 29, 2011, 11:24 am
  4. udah nonton film iniii.. bagus bagus bagus.. aku emang suka sih genre film kayak gini.. agak fantasi ala disney gimanaa gitu😀

    dan juga aku makin jatuh cinta dengan James McAvoy.. matanya itu lhoo.. *buang jauh2 image dia yg jadi manusia setengah domba/kambing/apalah itu di Narnia*

    Posted by missdestiana | October 29, 2011, 2:53 pm
  5. Mau menerima kekurangan diri dan mensyukuri kelebihan yang kita punya🙂

    Posted by Grandchief | October 29, 2011, 3:07 pm
  6. gadis cantik berhidung babi…
    mel juga suka kok film ini..

    Posted by ~Amela~ | October 29, 2011, 3:25 pm
  7. jadi tambah semangat mo donlot film ini..😀

    Posted by fitrimelinda | October 29, 2011, 10:26 pm
  8. Ceritanya ringan dan yang pasti ada nilai tersiratnya disitu….

    Posted by riez | October 30, 2011, 12:54 pm
  9. mau mau mau
    beneran asyik?

    Posted by yisha | October 31, 2011, 8:10 am
  10. Jadi penasaran banget pengen ikut nonton film itu ni, Mbak.

    Posted by M Mursyid PW | October 31, 2011, 8:30 am
  11. Dari sinopsis yang diberikan tadi, kayaknya film itu bagus. Jadi penasaran ingin lihat filmnya.

    Posted by Tanto | October 31, 2011, 10:24 am
  12. Pengen nonton juga neh.🙂

    Posted by irfan handi | October 31, 2011, 3:28 pm
  13. Christina Riccie!😀

    Posted by Asop | November 3, 2011, 1:44 pm
  14. wah asyik nih keknya filmnya, ringan namun membawa pelajaran yak. mau nonton ah nanti…

    Posted by ais ariani | November 3, 2011, 4:24 pm
  15. jadi pengen nonton..🙂

    Posted by tuaffi | November 30, 2011, 10:18 pm
  16. waw mba, tadinya aku pengen buat post tentang film penelope ini, jadi aku search tentang film ini di mah gugel dan muncullah tulisan mba,, udah keduluan deh, hehehe,, tapi gapapa, tulisan mba bagus,,

    sama mba, aku juga sukaaa bgt sama film penelope, ga bosen walau udah ditonton berulang”🙂

    oia, aku follow ya mba blognya,, keep posting dan salam kenal🙂

    Posted by hikmah | December 15, 2011, 4:38 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!