you are reading
Daily story

5 Hari 4 Malam di Karimunjawa

Tanggal 12-16 Oktober lalu, saya dan partner berlibur ke Kepulauan Karimunjawa. Ceritanya si partner membeli sebuah paket wisata karena tahu dari 3 tahun yang lalu, saya ingin ke Karimunjawa (ma kasih ya🙂 ). Rencana awal, kami berangkat di bulan September, namun karena bentrok dengan pekerjaan, kami memutuskan untuk pergi di bulan ini. Itupun dengan cara dipaksakan, karena kalau ingat pekerjaan terus, kami tidak jadi-jadi pergi.

Sebelum menceritakan perjalanan kami, saya jelaskan sedikit mengenai Kepulauan Karimunjawa, meskipun kalian pasti sudah banyak yang tahu mengenai kepulauan ini. Ya, memang kepulauan ini mulai terkenal sebagai tujuan wisata baik turis lokal maupun asing. Karimunjawa merupakan kepulauan yang ditetapkan menjadi Taman Nasional Laut Karimunjawa. Kepulauan ini terdiri dari 27 pulau yang memiliki pantai putih dan air laut yang jernih. Pulau yang terbesar bernama Karimunjawa dan Kemujan. Jarak kedua pulau tersebut berdekatan, sehingga terlihat seperti satu-kesatuan.

Kami berangkat dari Jakarta menggunakan bus, namanya Bejeu. Bus ini khusus untuk tujuan Jepara. Perjalanan sekitar 12 jam, berangkat pukul 19.00 WIB sampai di Jepara pukul 07.00 WIB esok harinya. Saran saya, bila pergi naik bus, siapkan jaket karena suhu di dalam bus lumayan dingin. Kalau naik bus ini, tidak perlu turun sampai terminal Jepara, bilang saja pada kondekturnya turun di Dermaga Kartini. Memang sih ga langsung diturunkan di depan dermaga, tapi akan diturunkan di pertigaan arah dermaga dan terminal. Dari pertigaan tersebut bisa jalan kaki atau naik becak.

Sampai di Dermaga Kartini, saya dan partner beristirahat di kantin. Di sini kami istirahat lumayan lama, sekitar 7 jam. Sangking lamanya kami sampai mati gaya. Kenapa harus menunggu selama itu? Karena kami naik kapal Bahari Express kelas bisnis yang berangkat pukul 14.00 WIB. Sebenarnya ada juga sih kapal lain yaitu KM Muria yang berangkat pukul 08.00 WIB, biayanya pun lebih murah, sekitar Rp. 30.000. Namun bila menggunakan KM Muria membutuhkan waktu sekitar 6 jam, jauh lebih lama dengan Bahari Express yang hanya 2.5 jam.

Jum’at, 12 Oktober 2012 sekitar pukul 16.30 WIB kami tiba di Karimunjawa. Sejauh mata melihat saya hanya melihat penginapan seperti losmen dan penginapan di rumah warga (home stay). Saya menginap di home stay bernama Hamfah. Pemiliknya Mas Alfan sekaligus adalah seorang guide. Home stay yang saya tempati lumayan besar, terdiri dari 6 kamar tamu. Hari pertama di Karimunjawa masih kegiatan bebas. Namun karena sampai terlalu sore, kami hanya menghabiskan waktu di alun-alun yang menjadi pusat jajanan di Pulau Karimunjawa. Padahal kaki sudah gatal ingin menginjak pasir😀.

Sabtu, 13 Oktober 2012, setelah sarapan, kami dan peserta wisata lainnya berangkat menuju Pulau Cemara menggunakan kapal kayu. Perjalanan dari Karimunjawa ke Cemara sekitar 30 menit. Di pulau ini, kami hanya bermain pasir dan foto-foto.

Setelah dari Pulau Cemara, kami snorkeling di dekat Pulau Gosong Cemara. Letak Pulau Cemara dan Pulau Gosong Cemara tidak terlalu jauh. Meskipun bisa berenang, ternyata saya takut untuk snorkeling. Berenang di laut dan di kolam itu beda jauh, sodara-sodara!!!.Makanya saya salut sama orang yang bisa berenang di laut. Karena merasa takut, saat snorkeling saya tidak beranjak terlalu jauh dari kapal. Sementara partner terlihat asyik-asyik saja menikmati keindahan terumbu karang.

Sehabis snorkeling, kami makan siang di Pantai Ujung Gelam. Makan siangnya disediakan ikan bakar. Namun sebelum makan siang, kami sempat jajan dulu di warung pinggir pantai (biasanya pinggir jalan :D). Di warung tersebut disediakan aneka gorengan termasuk pisang goreng. Seumur hidup, baru kali itu saya menikmati makan pisang goreng (saya ga suka pisang goreng). Mungkin karena lapar plus rasa pisangnya memang enak. Setelah makan, kami lanjut snorkeling lagi di dekat Pulau Menjangan Kecil. Jangan bosan bacanya ya, aktifitas utamanya memang main pasir & snorkeling. Makanya sayang banget, ada peserta yang sama sekali tidak ikut snorkeling bahkan sekedar main air di pantai pun tidak.

Minggu, 14 Oktober 2012, masih dengan itinerary seperti hari sebelumnya kegiatan hari ini snorkeling dan main di pantai. Di jadwal harusnya pukul 08.00 WIB kami sudah berangkat dari dermaga kecil menuju Pulau Tengah. Namun karena ada rombongan peserta yang telat, kami baru berangkat sekitar 1.5 jam kemudian. Ternyata letak Pulau Tengah cukup jauh dari Karimunjawa. Apalagi saat itu angin sedang kencang. Hasilnya selama hampir 1 jam perjalanan kami ‘digoyang’ ombak-ombak yang cukup besar. Beda tipislah dengan wahana di Dufan. Pertama kali berangkat, peserta masih cekakak-cekikik meskipun ombak besar, lama-lama semua diam karena mabuk laut. Kalau saya sih ga mabuk laut, tapi saya ketakutan melihat kapal miring ke kiri dan kanan. Saya pun makin sadar kalau saya ternyata takut laut.

Tapi ketakutan dan mual-mual yang dirasakan selama di kapal terbayar oleh keindahan Pulau Tengah. Menurut saya sih dibanding pulau-pulau sebelumnya, pemandangan di sini lebih oke. Pantainya putih dan airnya bening. Namun kekurangan di pulau ini adalah hanya tersedia satu warung yang menjual lebih mahal dibanding di pulau lain.

Di Pulau Tengah ini kami menghabiskan waktu lebih banyak, saya dan partner pun sempat hunting foto. Makan siang berupa ikan bakar (lagi) juga dilakukan di pulau ini. Puas bermain di pantai, kami melanjutkan perjalanan ke Pulau Gosong. Tempat inilah yang menjadi favorit saya. Karena di pulau ini hanya ada pantai yang jernih, saya bisa berenang di sini! Dan akhirnya terjawab pertanyaan kami (peserta wisata) kenapa pulau ini bernama Pulau Gosong, karena tidak ada pohon sama sekali di pulau ini. Lebih tepatnya seperti pulau timbul tenggelam. Aktifitas kami di pulau ini tidak terlalu lama, sekitar 15 menit kami di sini. Sesudahnya kami berangkat ke tempat penangkaran hiu.

Tempat penangkaran hiu seperti laut yang dibendung batu-batuan, sehingga terlihat seperti kolam. Namun kedalaman kolam hanya sebatas pinggang orang dewasa. Di tempat ini juga ditawarkan permainan banana boat. Setelah dari penangkaran, kami kembali ke dermaga kecil. Di dermaga, kami berfoto untuk mengabdikan momen, karena ini merupakan malam terakhir di Karimunjawa.

Namun saat kami berada di penginapan, kami mendapat berita buruk bahwa kapal yang akan mengangkut kami besok rusak dan masih diperbaiki. Kami yang seharusnya pulang Senin pagi, harus menginap semalam lagi di Karimunjawa. Mirip seperti firasat saya, sebelum berangkat ke Karimunjawa, saya punya firasat bahwa kami telat pulang karena cuaca buruk. Namun ternyata karena kapal rusak. Banyak peserta yang kecewa, karena mereka hanya mengambil cuti sampai Senin dan Selasanya sudah harus kerja. Alhamdulillah saya dan partner cuti sampai Selasa, namun  kami tidak ada jeda untuk istirahat di Jakarta. Tapi permasalahan juga bukan karena bentrok dengan cuti, ada orang yang sudah beli tiket pesawat dan jadi hangus. Alhamdulillah (lagi), tiket bus yang saya dan partner sudah beli bisa berlaku untuk keesokan harinya.

Senin, 15 Oktober 2012, harusnya kami pulang pagi ini. Di itinerary pun sudah tidak ada acara apa-apa. Untuk mengisi kekosongan, kami nongkrong di kafe bernama Amore. Katanya pemilik kafe ini adalah bapak kepala KADIN. Sebenarnya sih tiap malam, saya dan partner kadang juga dengan kenalan kami pergi ke sini. Tapi daripada tidak ada kegiatan, kami menghabiskan waktu dan juga uang tentunya di sini sambil menunggu matahari terbenam. Sebelumnya sih kami niat belanja di toko souvenir, tapi di Karimunjawa toko-toko baru buka setelah maghrib, jadilah kafe ini sebagai satu-satunya tempat tujuan kami.

Selasa, 16 Oktober 2012, kami fix pulang ke Jakarta. Alhamdulillahnya kami tidak harus naik KM Muria. KMC Kartini yang biasa mengangkut penumpang dari Semarang, diperbantukan menggantikan Bahari Express. Kali ini, kami dapat kelas eksekutif. Perjalanan dengan kapal ini dapat ditempuh selama 3 jam. Ternyata Bahari Express itu lebih cepat dibanding yang lain. Oh ya, sebagai perbandingan, di Bahari Express diberikan snack, kalau di KMC Kartini tidak. Perjalanan pulang ternyata sangat berat, selama 3 jam kami ditempa ombak besar. Banyak penumpang yang mabuk laut dan muntah. Lucunya, saya sudah menyiapkan antimo tapi lupa bawa air. Si partner sudah mabuk laut dan terpaksa mengunyah antimo. Kalau saya menghabiskan waktu di kapal dengan tidur, jadi tidak terasa mual. Sekitar pukul 12.00 WIB Alhamdulillah kami sampai di Dermaga Kartini, Jepara. Kami juga harus menunggu 5 jam lagi untuk pulang naik bus ke Jakarta.

Bila kalian ada yang ingin pergi ke Karimunjawa, kalian bisa mengikuti paket-paket yang banyak ditawarkan di internet. Saya dan partner dapat paket yang murah bila dibandingkan dengan paket yang lain. Itu juga karena ada promo di Living Social sih. Namun, bila kalian ingin pergi tanpa mengikuti paket juga ga apa-apa. Kalau dihitung, biayanya sama saja. Saya kasih bocoran ya untuk biayanya:

  •  Ada 3 macam pilihan kapal, KM Muria biaya sekitar Rp. 30.000, Bahari Express (kelas bisnis) biaya Rp .84.000 dan KMC Kartini (kelas eksekutif) biaya Rp. 85.000. Kapal Muria dan Bahari Express berangkat dari Jepara. Sedangkan KMC Kartini berangkat dari Semarang.
  • Penginapan home stay sekitar Rp. 50.000 – Rp. 100.000 belum termasuk makan. Setiap makan kena charge sekitar Rp. 10.000an.
  • Ongkos becak dari terminal Jepara ke dermaga atau terminal ke alun-alun Jepara Rp. 10.000 – Rp. 15.000
  • Ongkos bus Jakarta – Jepara Rp. 130.000 namun kalau dari Jepara – Jakarta lebih murah Rp. 10.000
  • Untuk masalah jajanan ga perlu khawatir, harganya ga beda terlalu jauh dengan di Jakarta, kecuali jajanan di Pulau Tengah yang ngehargai sebungkus Piatos Rp. 8.000😦

Kesimpulan, Karimunjawa oke banget pemandangannya tapi fasilitas masih kurang. Buat yang ga suka sepi, ga cocok ke sini. Tapi buat yang ingin suasana beda dengan Bali, silahkan berangkat, tapi sebaiknya jangan bulan Oktober – Desember ini ya. Anginnya sudah mulai kencang, sudah mau masuk musim hujan.

Discussion

15 thoughts on “5 Hari 4 Malam di Karimunjawa

  1. Enak bgt Yg Abis liburan, jdi pengen liburan setelah rencana Yg disusun gagal krn pekerjaan… Huft..

    Posted by Yan shu | October 22, 2012, 4:26 pm
  2. Hemm.. Senangnya yang baru pulang liburan

    Posted by febrian hadi | October 22, 2012, 7:38 pm
  3. udah lama pengrn ke karimun jawa.. tapi masih banyak trmpat tujuan lainnya seh.. mudah2an aja tercapai.. hehehehe

    Posted by niee | October 24, 2012, 9:33 pm
  4. Mantapppp wah kapan ya saya bisa piknik ke karimun jawa😀 Salam kenal🙂

    Posted by tuxlin | October 25, 2012, 7:55 pm
  5. Have a good day yah …

    Posted by siscaamellya | October 31, 2012, 1:52 pm
  6. ketakutan dan mual2 itu terbayar dengan mahal ya, Mbak…
    bagus sekaliii……

    Posted by Akhmad Muhaimin Azzet | November 9, 2012, 9:52 am
  7. foto yang nomor dua cakeeep… jadi pengen ke karimunjawa…

    Posted by milo | November 13, 2012, 3:56 pm
  8. wah asik main snorkeling. Jadi pengen kesana nih…. Kapan ya

    Posted by deanmu | December 14, 2012, 3:05 pm
  9. huaah aku kangen pantai jadinya

    Posted by Roller blind | December 18, 2013, 2:46 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!