you are reading
Cinta Melulu, Notes of minds

Antara Selingkuh dan Memilih Setia

Gegara habis nonton film (judulnya saya lupa) tentang seorang istri yang selingkuh dengan rekan kerjanya dan membaca status facebook teman jaman dulu yang diselingkuhi pacarnya, saya jadi latah ingin menulis tentang ini, hehehe. Membahas selingkuh ga akan ada habisnya. Mungkin ada sebagian orang yang mengatakan selingkuh itu indah, saya yakin mereka yang mengatakan ini pasti orang yang melakukan selingkuh. Dibilang indah mungkin karena orang yang selingkuh ini bisa mendapatkan apa yang tidak ia dapatkan dari pasangannya. Apalagi bila ia sudah menjalin hubungan yang lama dengan pasangannya dan dalam fase companionate love. Tapi saya yakin bukan hanya indah saja yang dirasakan orang yang berselingkuh, ia pasti merasa bersalah, merasa sedih dan bingung karena sayang akan dua orang sekaligus, ingin memiliki dua-duanya tapi tidak bisa. Apalagi bila ia berselingkuh, ia akan terus melakukan kebohongan pada pasangannya untuk menutupi perselingkuhannya, bisa jadi menyebabkan hidupnya tidak tenang. Saya pernah membaca artikel bahwa menurut pakar hubungan Charles J Orlando dalam bukunya The Problem with Women…Is Men “Anda mungkin berpikir laki-laki yang selingkuh tidak memiliki moral, tapi sementara yang mereka lakukan tidak bermoral, mereka cenderung membenci diri. Jika dia menempatkan egonya ke samping, ia akan merasa seperti sampah,”. Jadi ternyata selingkuh tidak selamanya indah dan orang yang berselingkuh tidak selamanya senang (bila sudah ketahuan).

Kalau ternyata orang yang memiliki pasangan kemudian selingkuh tidak benar-benar bahagia dalam menjalani perselingkuhan, bagaimana dengan orang yang menjadi selingkuhan? Bila orang yang menjadi selingkuhan masih memiliki moral, ia pasti merasa bersalah selama menjadi selingkuhan, sudah pasti dia tidak 100% nyaman dalam hubungan tersebut, apalagi dia tahu bahwa dia tidak mungkin memiliki kekasihnya seutuhnya. Selama menjalin hubungan cinta terlarang itu, seharusnya ia tahu bahwa hubungan itu tidak ada masa depan. Terlebih bila ia menjalin cinta dengan seseorang yang sudah menikah, kemungkinan pasangannya untuk bercerai dan memilih dirinya akan sangat kecil. Bila menjalin hubungan dengan pria yang sudah berpasangan, dia juga harus bisa melihat apakah ia hanya menjadi pelarian atau memang si pria ini benar-benar jatuh cinta padanya. Karena jika pada akhirnya si pria tetap memilih pasangannya, ia pasti akan merasa tersakiti.

Lalu bagaimana dengan perasaan pria/wanita yang pasangannya selingkuh? Saya yakin tidak perlu berada di posisi orang yang diselingkuhi untuk tahu bagaimana rasanya. Dalam sebuah hubungan perselingkuhan, satu-satunya posisi tidak enak dan orang yang paling tersakiti adalah orang yang diselingkuhi. Kalau si peselingkuh dan selingkuhannya pasti pernah merasakan ‘manisnya’ perselingkuhan mereka, tapi orang yang dikhianati dari awal sampai akhir cerita perselingkuhan itu ia akan selalu menjadi yang tersakiti. Meskipun pada akhirnya si pasangan mengakhiri perselingkuhannya dan memilih dirinya, ia tetap akan sakit dan mungkin sudah kehilangan kepercayaan terhadap pasangannya.

Bicara tentang selingkuh, menurut saya selingkuh adalah kesalahan terbesar dalam suatu hubungan. Selingkuh adalah suatu pilihan dan pada saat selingkuh, kita pasti sadar akan kesalahan tersebut dan kita sadar perbuatan ini pasti akan menyakiti pasangan. Setelah memutuskan untuk menikah dengan suami saya, secara alami saya belajar apa arti setia, mungkin ini juga yang dialami oleh mereka yang telah menikah, belajar tentang bagaimana berkomitmen.

Dengan menikah berarti kita menjalin hubungan selamanya hanya dengan pasangan kita. Dan apakah dalam semua pernikahan, selamanya itu benar-benar bisa dilakukan? Mungkin akan ada orang yang benar-benar hanya jatuh cinta pada suami/istrinya selama pernikahan mereka. Tapi bagaimana bila di tengah pernikahan kita jatuh cinta dengan orang lain? Dalam hal ini saya mencoba untuk berpikir logis, akan ada kemungkinan seseorang dalam perjalanan pernikahannya jatuh cinta dengan orang selain pasangannya. Karena jatuh cinta itu dari hati dan hanya Tuhan yang Maha mengendalikan hati manusia. Bukankah kita tidak bisa mengendalikan dengan siapa dan kapan kita jatuh cinta? Ya, mungkin manusia tidak bisa mengendalikan perasaannya,tetapi manusia selalu bisa untuk mengendalikan keegoisannya dan memilih untuk setia. Setia bukan berarti tidak jatuh cinta pada orang lain, tetapi setia adalah memilih untuk tidak menindaklanjuti perasaan itu dan tetap bersama pasangan kita sampai maut memisahkan.

Discussion

3 thoughts on “Antara Selingkuh dan Memilih Setia

  1. Dari uraian diatas tergambar bagaimana landasan berfikir untuk setia. Peliharalah, pupuk agar makin tumbuh dan menghasilkan “buah” kebaikan serta ajarkanlah dan sangat pantas untuk diperjuangkan. Belajar “Komitmen” merupakan modal besar untuk menjalani bahtera rumah tangga dengan seluruh dinamika hidup kehidupan didalamnya.

    Selingkuh itu adalah wujud dari penghianatan terhadap komitmen! tidak indah sama sekali. Justru Setia itulah yang indah (y)

    Posted by Belajar, bermain, berteman, berdiskusi menuju pribadi yang paripurna | April 26, 2016, 2:56 pm
  2. memilih setia aja

    Posted by winnymarlina | May 28, 2016, 2:56 pm
  3. cinta kepada siapa kita nggak bisa mengendalikan, tapi setia adalah pilihan.🙂 dan wajib dipilih untuk menyelamatkan rumah tangga, apalagi kalau sudah anak. kalau belumpun masih banyak yang harus dipikirkan, perasaan keluarga dan pasangan, misalnya.

    Posted by tuaffi | October 14, 2016, 6:55 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!