you are reading
Notes of minds

Memberi = Menerima

Manusia merupakan makhluk sosial, hidup saling membutuhkan satu sama lain. Bila yang satu kelebihan maka ia akan memberi kelebihannya kepada yang kurang. Bila yang satu membutuhkan pertolongan, maka yang lain akan menolong. Si kuat akan membantu si lemah. Si kaya akan menolong si miskin. Lantas apa untungnya bagi si kuat dan si kaya? Apakah indahnya memberi hanya akan dirasakan oleh si penerima saja?

Ada sebuah kisah yang saya dapat ketika browsing. Kisah tentang seorang petani jagung.  Setiap tahun benih jagung yang dihasilkannya selalu mendapat juara 1 dalam perlombaan hasil tani di daerahnya. Namun dia selalu memberikan benih jagung unggul miliknya kepada  tetangga di sekitarnya yang juga petani jagung. Ada seseorang yang penasaran dan bertanya pada petani tersebut, “Mengapa anda begitu murah hati membagikan benih jagung unggulan anda kepada semua orang?”. Sang petani pun menjawab, “Saya berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya juga telah berbuat baik pada diri saya sendiri. Angin yang bertiup menerbangkan serbuk bunga kemana-mana. Jika para tetangga menanam jagung yang berkualitas rendah,  serbuk bunga dari mereka yang diterbangkan angin akan mempengaruhi kualitas buah pada tanaman jagung saya juga. Oleh karena itu, saya sangat rela memberikan benih–benih jagung ini kepada mereka agar mereka juga dapat menanam jagung hasil dari benih yang unggul yang sama dengan saya.”

Pengalaman seperti itu bukan saja dialami oleh si petani itu. Dalam kehidupan sehari-hari pun saya pernah mengalaminya. Saya yakin Anda juga pernah mengalami kejadian serupa. Belakangan ini saya merasakan keasyikan tersendiri pada saat memberi, entah yang diberi berupa barang atau pun sekedar senyuman (Mohon diingat, saya tidak bermaksud mengumbar perihal pemberian saya lho). Ketika saya memberi, saya justru merasa bahagia. Dulu saya merasa bahwa menerima itu menyenangkan. Tapi ternyata memberi justru lebih menyenangkan daripada menerima.

Saat kita memberikan sesuatu kepada orang lain, apa yang sebenarnya kita berikan pada diri kita? Saya pernah membaca bahwa ada suatu penelitian di mana ada beberapa orang yang diberi uang secara cuma-cuma untuk dibelanjakan. Mereka yang membelanjakan uangnya untuk orang lain merasakan perasaan senang yang lebih lama dibanding mereka yang membelanjakan uangnya untuk diri sendiri. Ada juga penelitian lain yang menyimpulkan bahwa memberi atau menolong orang lain dapat mengurangi rasa sakit, mengurangi rasa stres, meningkatkan hormon endorfin (hormon yang memberi ketenangan dan rasa bahagia, juga mengurangi rasa sakit) serta dapat meningkatkan kesehatan. Seorang peneliti dari Harvard University, AS, Prof. David McClelland menambahkan, “Melakukan sesuatu yang positif terhadap orang lain dapat memperkuat sistem kekebalan tubuh, sebaliknya orang kikir cenderung terserang penyakit. Mengapa demikian? Karena orang kikir biasanya cinta uang. Bila uangnya sedikit berkurang maka dia akan stres dan tubuhnya akan mengeluarkan hormon kortisol yang akan mengurangi kekebalan tubuh. Memberi dapat memperpanjang umur.”

Ternyata, ketika kita memberi kepada orang lain sebenarnya kita  sedang memberi kepada diri sendiri. Makanya memberi = menerima. Nah, kalau sudah tahu begitu, sepertinya memberi akan menjadi suatu kebutuhan, kebutuhan akan perasaan menyenangkan saat memberi.

 

 

 

 

 

* Sumber di sini dan di sana

About these ads

Discussion

49 thoughts on “Memberi = Menerima

  1. memberi sebanyak2nya untuk menerima pahala

    Posted by kyra.curapix | December 14, 2010, 3:47 am
  2. Kunjungan Politik….!!!

    Sikap selalu memberi pun yang pada awalnya bermaksud baik akan tetapi tanpa kebijaksanaan bisa berakibat buruk jika ternyata pemberian tsb ternyata turut andil dalam menanampan mental pengemis bagi si penerima.

    salam persahabatan dari bandung,
    terima kasih :-)

    Posted by Fir'aun NgebLoG | December 14, 2010, 7:51 am
    • Hahahaha, kunjungan politik. Blogger pun berpolitik ya? :mrgreen:

      Ya, tapi memberi kan ga melulu bersifat materi.
      Meskipun kebanyakan orang mengasumsikannya seperti itu.

      Salam persahabatan juga dai Jakarta. :)

      Posted by Sya | December 14, 2010, 2:27 pm
  3. kalau penyalurannya tepat ga jadi polemik

    Posted by Online Lifestyle | December 14, 2010, 9:08 am
  4. ya ya ya..
    saya sungguh setuju kalau memberi itu adalah menerima.
    saya punya pengalaman pribadi tentang memberi yang akhirnya malah membuat saya beruntung.
    dan pengalaman itulah yang membuat saya percaya dan menjadikannya prinsip…

    bahwa memberi akan menghasilkan konsekwensi luar biasa hebat terhadap kehidupan kita dan itu terjadi dengan sangat tidak terduga.

    Posted by Tegas Bodoh | December 14, 2010, 6:48 pm
  5. seperti pepatah, berbagi itu takkan pernah rugi.

    Posted by hudaesce | December 14, 2010, 8:35 pm
  6. halo mbak hhe. .enaknya memberi seseorang yang membutuhkan, memang benar mbak. DALAM UJIAN PUN kalau kita memberi contekan akan menimbulkan rasa senang, pasti yang diberi contekan akan lebih akrab kepada kita hhe

    Posted by Blognya anak padmanaba | December 14, 2010, 9:26 pm
  7. berbagi ga akan pernah rugi..

    Posted by fitrimelinda | December 14, 2010, 9:58 pm
  8. Sungguh mulia hati orang-orang yang dermawan. Apalagi jika memberi pada keadaan dimana kita tidak sedang berkelebihan, maka pahalanya akan semakin besar di mata Tuhan…

    Salam BURUNG HANTU… Cuit… Cuit… Cuit…

    Posted by Denuzz BURUNG HANTU | December 15, 2010, 1:36 am
  9. banyak pengalaman hidup yg sudah membuktikan, bahwa kita merasakan kebahagiaan yg lebih ketika memberi, ketimbang menerima .

    jadi, kenapa tdk mulai dr sekarang dan dr diri sendiri, utk mulai memberi dan berbagi ya Sya :)
    salam

    Posted by bundadontworry | December 15, 2010, 6:30 am
  10. yup setuju banget… entah ada penjelasan ilmiah atau tidak, memang perbuatan baik itu dapat menghangatkan jiwa kita^^

    Posted by alice in wonderland | December 15, 2010, 8:59 am
  11. Ya saya juga setuju kalau memberi itu = menerima yah walupun yang kita terima berbeda wujudnya tapi yang jelas seperti ilmu IPA ada sebab juga ada akibat, lha disini menerima akibat dari kita memberi. mengenai polemik yang ditimbulkan tergantung kita memberinya dengan tujuan apa dan juga kepada siapa.
    Trimakasih telah mengunjungi blog saya……
    Salam dari jawa tengah……

    Posted by GusPur | December 15, 2010, 1:56 pm
  12. Dengan memberi, percaya gak percaya, kita gak akan miskin. :D
    Begitulah, nikmatnya bersedekah. :) *gak mesti pake uang, bisa dengan tenaga, pikiran, ide, dsb*
    Membantu orang, kita pun akan dibantu nantinya. ;)

    Posted by Asop | December 15, 2010, 2:48 pm
    • Yoi Sop, memberi ga melulu tentang materi, bisa juga dengan uang *eh samaan ya? :mrgreen:
      Ya, pasti dibantu lagi entah itu dengan orang yang telah kita bantu or dengan orang yang beda :)

      Posted by Sya | December 15, 2010, 4:17 pm
  13. tapi kalo memberi versinya para politikus/caleg di negri kita, kok lucu ya……….
    kalo si pemberi tadi tidak kepilih jadi anggota legislatif pemberiannya di ambil kembali……….

    Posted by krupuk | December 15, 2010, 7:47 pm
  14. keren mbaaakkk….

    i like this post!!

    ayoo kita saling memberi… :D

    Posted by Dina Aprilia | December 16, 2010, 10:22 am
  15. Rasulullah saja emrintahkankita untuk bersedekah kepada yang berhak ko

    mantap postingan ini

    Posted by choirul | December 17, 2010, 4:26 am
  16. tangan diatas lebih mulia daripada tangan dibawah. *bener ga kalimatnya yak??* fufufu
    jadi inget kata2 ustad mansyur :”orang yang rajin bersedekah. ga akan membuatnya miskin”
    cmiiw.

    Posted by dul rahman | December 17, 2010, 9:02 am
  17. ya benar. dg memberi berarti kita sudah menabur. lebih baik mmeberi daripada menerima, apalagi meminta2.

    Posted by stroberi | December 17, 2010, 8:23 pm
  18. setahu saya, dalam Islam, memberi dan menerima merupakan bias dari sebuah hukum keseimbangan. Tapi Allah memberikan sebuah karunia luar biasa yg sgt jauh dari matematika biasa, yg jika dihitung 2-1= 1, maka ketika kita memberi dgn keikhlasan, maka hasilnya adalah kadang bisa jadi2, 5, atau bahkan mungkin 100…

    Posted by iwan prasetya | December 21, 2010, 12:56 pm
  19. iya terkadang memberi lebih nikmat daripada menerima.Apalagi bila seseorang yang kita beri merasa bahagia seakan-akan kita lebih bahagia dari orang itu.Dan tentunya dapat tetap bersyukur karena telah memberi bukankah tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah :)

    Posted by grandchief | December 29, 2010, 4:30 pm
  20. Kisah yg menginspirasi.
    Manusia emang saling membutuhkan. Antara saling memberi dan saling menerima berkaitan (saling menguntungkan). Tapi rasanya lebih baik memberi daripada menerima. Karena kalo menerima, kita otomatis ngutang sama yang memberi. Suatu saat nanti kalo si pemberi membutuhkan, kita harus bisa membantunya juga.

    Posted by pink | August 8, 2011, 10:06 am
  21. Banyak ya manfaat sedekah (memberi). Sesungguhnya tangan diatas lebih baik daripada tangan dibawah :)

    Posted by erickazof | August 28, 2011, 4:16 pm
  22. Saya dulu sekali pernah diingetin kakak kelas pada waktu awal2 kuliah supaya gak pelit ilmu, karena kalau ilmu dipendam sendiri malah kitanya gak bisa berkembang karena tidak tahu apakah pemahaman kita sudah benar atau tidak, dengan berbagi ilmu itu akan lebih tertanam di otak kita dan kita pun bisa dapet tambahan ilmu dari orang lain… Pokoknya hidup itu jangan kikir di semua hal… :)

    Posted by alice in wonderland | September 16, 2011, 5:58 pm
  23. lebih mulia memberi dari pada menerima ..:)

    Posted by workshop bisnis online | September 30, 2011, 12:15 pm
  24. Sya…,terimalah PR saya tentang kenangan masa SD ya…,please…,^_^
    makasih…,

    Posted by niccaniez | December 23, 2011, 11:43 am
  25. Yang memberi akan menerima sepuluh kali lipat…
    katanya…
    Namun yang berharap lebih, tidak akan menerima…
    Yuk bersedekah… :)

    Posted by Sriyono Suke | December 23, 2011, 5:05 pm
  26. keren ini artikel…makasi atas pencerahannya…

    Posted by ruly77333333 | October 17, 2013, 1:04 pm
  27. sudah menjadi kewajiban bagi kita untuk saling peduli dengan orang lain, di negeri kita ini banyak masalah karena tingkat kepedulian dan empati kepada orang lain telah menurun, semoga kita mendapat pelajaran yang indah dari tulisan diatas

    Posted by bersihwajah | December 19, 2013, 9:10 pm

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

DISCLAIMER

Mohon tinggalkan komentar bila:
♥ Saya mengunggah foto/gambar milik Anda dan saya tidak memberi keterangan sumber yang sesuai.
♥ Saya membuat tulisan yang sumbernya saya ambil dari tulisan Anda dan saya tidak mencantumkan nama atau link Anda sebagai referensi.

Mohon tinggalkan komentar & cantumkan link saya sebagai referensi bila :
♥ Anda berniat mengambil sebagian atau keseluruhan tulisan saya.
♥ Anda ingin mengunduh foto/gambar di blog ini yang menjadi milik saya.
♥ Ingatlah etika ngeblog yang baik, kawan! Jangan asal copy paste!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,078 other followers